Shine Of You


shine-of-you2

cover by NJXAEM@POSTERCHANNEL

Tittle : Shine Of You || Maincast : Yoona SNSD, Chanyeol EXO, B.I IKON || Lenght : Oneshoot

“ apa kau mau handphone ini ? ” hanbin menjulurkan sebuah kotak handphone kepada seorang wanita cantik dengan rambut pirang kecoklatannya.
Wanita itu hanya memandang heran pria culun dengan kemeja kotak-kotak berwarna coklat yang dimasukan ke dalam celana jeansnya dengan suspender berwarna hitam yang memaksimalkan penampilannya sebagai pria yang sangat culun dan tidak lupa dengan kaca mata bulat tebal di wajahnya dengan rambut belah tengah yang ditambahi gel rambut sehingga ketika angin menerbangkannya saja rambut itu tidak akan bergerak.
“ ini iphone terbaru yang baru rilis seminggu yang lalu jika kau mau kau bisa mengambililnya, nanti aku akan katakan pada eomma untuk membelikanku lagi”
Dengan cara berbicara hanbin yang seperti anak kecil tersebut membuat wanita tersebut tidak habis pikir dengan perilaku hanbin.


“ ambillah”
“ apa kau serius ? itu handphone yang sangat aku idam-idamkan selama ini ”
“ iya ambil ini” hanbin menyodorkan kotak itu ke tangan wanita itu.
“terima kasih banyak. Oh iya kenalkan namaku im yoona. Siapa namamu ?” wanita yang bernama im yoona itu menyodorkan tangannya kepada hanbin
“hanbin. park hanbin” hanbin menjabat tangan yoona dengan erat.
“oh okay, di lantai selanjutnya aku akan turun. Terima kasih atas handphone ini. Kau benar-benar pria yang baik”
Tingg nongg ..
Pintu lift sebuah pusat perbelanjaan yang sedari tadi hanya dinaiki yoona dan hanbin pun terbuka . yoona pun keluar dengan senyum yang terbenam di bibirnya “ bye hanbin” hanbin yang masih berada di dalam lift itu hanya tersenyum layaknya anak kecil sambil memegangi jantungnya yang berdegup dengan irama yang cepat “eomma, aku bertemu dengan seorang princess”

***
“hanbin, darimana saja kau ? eomma sangat khawatir kau tidak juga kembali”
“hanbin lupa hanbin harus turun ke lantai berapa eomma. Maafkan hanbin”
“lain kali kau harus pergi bersama eomma . oh iya mana handphonemu ?”
“oh iya saat hanbin tadi mau ke toilet hanbin meletakannya di meja yang ada di toilet itu tapi saat hanbin keluar handphone itu sudah tidak ada. Mungkin seseorang telah mengambilnya”
“hanbin, kenapa kau ceroboh sekali”
“eomma kau akan membelikannya lagi untuk hanbinkan ?”
“ya sudah, ayo kita beli yang baru. Lain kali kau harus lebih berhati-hati oke?”
“baiklah eomma”. Hanbin sangat sayang pada eomma” hanbin memeluk erat eommanya sangat erat.

1 years later …
“Princess, princess. Kau princess kan ? akhirnya hanbin bertemu juga dengan princess” hanbin memeluk seorang wanita di sebuah taman bermain di jepang.
“kau siapa ? lepaskan aku. Dasar pria cabul. Jangan sesekali kau menyentuhku lagi” wanita itu mendorong hanbin hingga ia terjatuh.
“ayo kita pergi” wanita yang disebut princess itu pergi meninggalkan hanbin bersama teman wanitanya.
.
.
.
“siapa dia ? kau yakin tidak mengenalnya? Sepertinya dia mengenalmu yoona”
“tidak, aku tidak mengenalnya!”
“oke, kau tidak perlu marah seperti itu. Tapi sepertinya pria itu sedikit tidak normal, aku merasa kasihan padanya saat kau mendorongnya tadi. Kasihan kalau……”
“haiss benar-benar merepotkan saja!” yoona berlari kembali ke tempat dia meninggalkan hanbin dan meninggalkan temannya yang sedang berbicara padanya.
“ ya ! kau mau kemana ?”

Mata yoona menerawang semua sisi di tempat dia meninggalkan hanbin. Namun dia tidak menemukan hanbin, dia berlari ke sisi lain hingga dia masuk ke sebuah gang kecil dan melihat pria yang sedang berjongkok dan membenamkan kepalanya.
Perlahan yoona mendekat dan ikut berjongkok di depan pria itu.
“maafkan aku, apa aku mendorongmu terlalu keras?”
Kepala hanbin naik lalu menatap wanita di depannya tersebut. Beberapa saat kemudian hanbin memalingkan wajahnya ke kiri.
“princess kau jahat”
“maafkan aku, aku hanya terkejut tadi”
hanbin hanya terdiam tak bergerak.
“apakah kau sayang padaku?”
“tentu saja hanbin sayang pada princess”
“kalau begitu maafkan princess okay?”
“tapi princess janji tidak akan jahat lagi?” hanbin menjulurkan jari kelingkingnya kepada yoona.
Yoona memandang jari hanbin sejenak lalu menempelkan jari kelingkingnya ke jari hanbin “ iya aku janji”
“ ya sudah, dimana orang tuamu ? aku akan mengantarkanmu”
“hanbin tidak tau dimana eomma, karena mengejar princess hanbin meninggalkan eomma sendirian tadi. Tapi eomma bilang kalau hanbin tersesat telp saja eomma”
“ya sudah mana nomernya?”
Hanbin memberikan handphonenya kepada yoona , lalu yoona menekan tombol dial pada nomer tersebut.
Tak lama kemudian terdengar suara menangis dari seberang sana “ hanbin dimana kau sayang?”
“hallo ajumma. Ini yoona sekarang hanbin sedang bersamaku . ajumma dimana sekarang ? aku akan mengantarkan hanbin kesana”
“ajumma di depan cafe taborio . ajumma minta tolong antarkan hanbin ke sini”
“ baiklah, aku akan ke sana sekarang” telp pun terputus.
“ini handphonemu. Seharusnya kau tidak meninggalkan eommamu sendiri . dia menangis sekarang. Ayo kita ke eomma”
Saat di perjalanan ke cafe taborio teman yoona yang sejak tadi mengikutinya menyikut lengan yoona “ sebenarnya siapa dia ?”
“ceritanya sangat panjang. Nanti aku akan ceritakan padamu”
“kau berutang padaku”
Yoona hanya tersenyum kepada temannya itu lalu kembali menatap tangan kanannya sendiri yang sedari tadi dipegang kedua tangan hanbin dengan erat.
Sesampainya di cafe taborio ibu hanbin langsung memeluk anaknya itu.
“dari mana saja kau? Kau selalu saja membuat eomma khawatir”
“maafkan hanbin eomma”
Eomma hanbin pun menatap tangan yoona yang depegang erat hanbin “terima kasih banyak nak. Eomma berhutang budi padamu”
“tidak apa-apa ajumma” yoona tersenyum tipis pada ibu hanbin.
“eomma, hanbin sangat lapar . ayo kita makan”
“ya sudah ayo kita makan. Mari yoona kita makan”
Tangan teman yoona yang sedari terdiam di samping yoona menyikut lengan yoona dan berbisik “ makan disitu sangat mahal”
Eomma hanbin yang menyadarinya pun langsung mengerti “ biar eomma yang membayar” yoona pun hanya tersenyum malu pada eomma hanbin.

“hanbin lepaskan dulu tangan yoona, bagaimana dia bisa makan kalau kau selalu memegang tangannya seperti itu. Apa kau mau yoona sakit ?”
“enggak.. enggak princess tidak boleh sakit eomma. Ya sudah hanbin akan lepaskan tangan princess tapi princess janji ya tidak akan pergi ?”
“iya , aku tidak akan pergi”
Saat mereka tengah menikmati makanan mereka tiba-tiba handphone ibu hanbin berdering .
Berbicara dalam bahasa korea
“halo sayang”
“eomma aku sudah di taman bermain, eomma dimana?”
“datang saja ke cafe taborio. Eomma dan hanbin sedang makan disini”
“baiklah eomma. Aku kesana sekarang”
Ibu hanbin pun menutup telp tersebut.
Yoona yang mendengarkan percakapan ibu hanbin hanya menatap terkejut karena bahasa yang digunakan ibu hanbin bukan bahasa jepang seperti sebelumnya. Ibu hanbin yang menyadarinya pun memberikan penjelasan kepada yoona.
“oh iya eomma lupa bilang, sebenarnya eomma dan hanbin adalah orang korea asli. Eomma dan hanbin disini hanya sementara saja. Hanya untuk mengobati agoraphobia hanbin saja. Sudah sekitar 1 tahun lebih kami disini”
“oh begitu” yoona hanya tersenyum menanggapi ucapan ibu hanbin
“dan yang barusan nelp tadi adalah kakak hanbin . dia tidak ikut tinggal di jepang karena dia harus bekerja di korea. Dia hanya sedang liburan saja disini” ibu hanbin tersenyum mengakhiri penjelasannya dan dibalas senyum dan anggukan yoona.
“jika princess mau, hanbin bisa mengajari princess belajar bahasa korea”
“hmm mungkin akan menyenangkan. Terima kasih hanbin”
“hanbin senang bisa mengajari princess”
“oh iya, yoona kamu kuliah disini ?”
“iya ajumma. Aku kuliah di tokyo university”
“kalau kamu nak ?” ibu hanbin bertanya pada teman yoona yang sedari tadi terdiam
“hmm ? saya juga kuliah di universitas yang sama dengan yoona”
“oh begitu . eomma sampai lupa menanyakan namamu . siapa namamu ?”
“yuri, kwon yuri” wanita yang bernama yuri tersebut tersenyum membalas senyum hangat ibu hanbin.
Beberapa menit kemudian seorang pria tinggi tampan dan berbadan atletisyang memakai kemeja denim dan celana bahan yang panjangnya sampai di atas mata kakinya datang menghampiri lalu mencium singkat pipi ibu hanbin dan mengacak rambut hanbin yang bergel itu .
“hyung jangan merusak penampilan hanbin di depan princess” hanbin dengan wajah cemberut dan langsung merapikan rambutnya yang diacak oleh kakaknya tersebut.
“princess ?” jawab pria itu bingung.
“iya, ini princess yang pernah hanbin ceritakan dulu” hanbin kembali memegang tangan yoona erat.
Pria itu hanya menatap tangan hanbin yang bergelayut manja di tangan yoona lalu menatap wajah yoona lalu tersenyum samar kepada yoona. Yoona yang canggung pun hanya memaksakan senyum tipis di bibirnya.
“oh iya ini namanya park chanyeol. Kakak hanbin” kata ibu hanbin memecahkan keheningan tersebut.
“chanyeol , itu yoona dan itu yuri” kata ibu hanbin menunjuk yoona dan yuri.
Berapa menit mereka makan yuri menyikut lengan yoona dan berbisik “filmnya big bang the movienya 1 jam lagi akan dimulai . aku tidak mau terlambat”
Lalu yoona melihat jam yang melingkar di tangannya dan langsung meminta pamit kepada ibu hanbin .
“ajumma, aku harus pergi sekarang . aku ada keperluan lain, terima kasih atas makannya ajumma” yoona tersenyum dan menunduk kepada ibu hanbin.
“princess mau kemana ? kata princess tadi tidak akan pergi. Jangan pergi” hanbin langsung memeluk lengan yoona di dadanya.
“tapi aku ada keperluan lain. Kapan-kapan kita akan bertemu lagi”
“tidak . hanbin tidak mau” hanbin semakin mempererat pelukannya dan menempelkan kepalanya di bahu yoona.
Yoona hanya membuang napas melihat kelakuan hanbin .
“hanbin lepaskan yoona, dia harus pergi . jangan bertingkah seperti anak-anak begitu” chanyeol meninggikan volume suaranya .
“hyung kenapa kau berkata seperti itu. Seharusnya kau membantu hanbin agar princess tidak pergi. Eomma ayo katakan pada princess agar princess tidak pergi”
“hanbin!” chanyeol membentak hanbin.
“ya sudahlah, mana handphonemu ? aku akan menyimpan nomorku di hanphonemu. Aku janji setelah menyelesaikan urusanku aku akan menemuimu nanti , jika aku tidak datang kau bisa menelponku. Ajumma apa aku bisa meminta alamatmu ?”
Ibu hanbinpun memberikan alamat rumahnya kepada yoona.
“terima kasih banyak yoona, maaf hanbin sudah sangat merepotkanmu”
“tidak masalah ajumma” yoona tersenyum kepada ibu hanbin.
“lihatlah, aku sudah memegang alamatmu . nanti malam aku akan datang ke rumahmu. Aku janji”
“baiklah, tapi princess tidak akan ingkar janji kan ?”
“tidak”
“ajumma aku pergi dulu” yoona dan yuri pun meninggalkan cafe tersebut.

***
“ayo jelaskan padaku, apa hubunganmu dengan hanbin ?”
“hanya kenalan biasa setahun yang lalu . aku tidak sengaja bertemu dengannya di pusat perbelanjaan”
“apa kau menyukainya ?”
“ya tidaklah . aku hanya menganggap dia sebagai teman saja”
“hmm aku tau . pasti kau menyukai kakaknya kan ? aku bisa melihatnya saat kau memandangnya tadi” yuri hanya tertawa menggoda sahabatnya itu.
“tidaklah, aku tidak menyukainya” yoona tertawa
“ayo mengaku saja” yuri menggelitiki badan yoona (?)
Saat mereka tertawa bersama seseorang meneriaki nama yoona
“yoona” teriak seorang pria
“oh. Chanyeol oppa . ada apa ?” jawab yoona
“ini handphonemu ketinggalan, untung saja kau belum terlalu jauh”
“oh. Terima kasih oppa. Maaf merepotkanmu”
“iya tidak masalah. Ya sudah aku pergi dulu . bye” chanyeol tertawa manis kepada yoona.
yoona yang melihatnya hanya memandang punggung chanyeol sembari tersenyum. Yuri yang menyadarinya langsung kembali menggoda sahabatnya itu.
“hmm katanya tidak suka tapi kau melihatnya ….”
“yuriiii. Berhentilah menggodakku. Ayoo sebelum filmnya dimulai”

***88
“eomma sampai kapan kalian akan disini? Kembalilah ke korea . lihatlah hanbin sudah 1 tahun lebih namun dia tidak ada perubahan sama sekali”
“ hanbin tidak mau kembali ke korea, jika hanbin kembali berarti hanbin akan jauh dengan princess”
“eomma bagaimana kalau kita ajak yoona ke korea ? aku yang akan mengatur semua perpindahannya dan untuk biaya hidupnya juga aku akan membiayainya . lagian disana hanbin akan ada teman kan ?”
“hmm eomma juga mau seperti itu tapi apa mungkin yoona menyetujuinya ?”
“tidak ada salahnya kan kita mencoba?”
“princess akan tinggal bersama kita hyung ? hyung tidak bercanda ?”
“tidak, aku serius. Maka bantulah eomma membujuknya nanti”
“baiklah hyung”
“oh iya bagaimana bisa kau mengenal yoona ?”
“hanbin dulu menciumnya di dalam lift karena dia sangat cantik tapi hanbin malah ditampar princess”
“ya ternyata adikku sudah bisa mencium seorang gadis ?”
“bukankah princess sangat cantik hyung ?”
“ya , yoona cantik”
“tapi hyung tidak akan menyukai princessku kan ?”
“tidak”

Pukul 8 malam yoona telah berada di rumah hanbin, hanbin langsung bergelayut manja di tangan yoona.

“kenapa princess lama sekali datangnya ? hmm hanbin sudah menunggu dari tadi. Ayo kita masuk”
“baiklah”
Saat yoona hendak duduk di sofa di ruang tamu itu tiba-tiba chanyeol keluar dari kamar yang tak jauh dari ruangan tersebut.
“yoona kau sudah datang”
“iya oppa, baru saja”
“oh iya apa kita bisa bicara sebentar ?”
“hmm ?”
“hyung kau mau bicara apa dengan princess? Dia baru saja datang”
“hanbin, apa kau tidak mau bisa lebih dekat dengan yoona?”
“hanbin sangat mau hyung”
“kalau begitu biarkan aku berbicara dengan yoona sebentar”
“baiklah”
“yoona ayo ikut aku”
“baiklah”
Saat yoona dan chanyeol pergi hanbin hanya menatap yuri sejenak lalu menghempaskan badanya di sofa berwarna putih tulang di ruangan tersebut.
“semoga hyung tidak akan merebut princessku”
“noona apa kau tidak capek berdiri? Duduklah”
“hmm ? baiklah” yuri pun duduk di samping hanbin dengan canggung.
“oh iya noona apa kau sahabat princessku ?”
“yoona ? iya kami sudah bersahabat sejak memasuki SMP”
“ah berarti kalian cukup dekatkan ?”
“hm bisa dibilang begitu”
“noona apa hanbin boleh bertanya sesuatu ?”
“hm silahkan saja”
“apa noona tau apa yang sangat princessku sukai ?”
“hm, yoona sangat menyukai taman bermain. Dia akan sangat senang jika diajak pergi ke taman bermain”
“benarkah?”
“iya benar”
“tapi sepertinya itu sulit, aku takut jika penyakitku kambuh jika pergi kesana”
“berusahalah” jawab yuri memberi semangat kepada hanbin yang cemberut
“hm benar. Noona aku sangat berterima kasih padamu. Apa kau mau jadi teman hanbin ?” hanbin menyodorkan tangannya ke hadapan yuri
“hm ? baiklah kita teman” yuripun menjabat tangan hanbin lalu tersenyum.

***
Di atap rumah yoona, chanyeol dan ibu chanyeol duduk .
“apa yang ingin oppa bicarakan ?” tanya yoona memecah keheningan di antara mereka
“oh iya langsung to the point saja ya ? begini aku dan eomma lihat hanbin sangat menyukaimu. Dia selalu ingin bersamamu . sebenarnya eomma dan hanbin kesini hanya untuk mengobati penyakit hanbin saja namun sudah lebih 1 tahun disini hanbin tidak ada perubahan sama sekali. Jadi rencananya bulan depan aku akan membawa eomma dan hanbin kembali lagi ke korea”
“ lalu apa hubungannya denganku ?”
“begini nak, eomma dan chanyeol sudah sepakat ingin mengajakmu juga ke korea. Semua biaya hidupmu kami akan yang menanggungnya. Karna yang kami lihat ketika hanbin bersamamu penyakit hanbin sedikit demi sedikit berkurang. Dia terlihat sangat bahagia jika bersamamu”
“apa kau mau menerima tawaran kami ? kau tidak perlu khawatir kuliahmu akan dilanjutkan di korea dan setelah kau lulus kau bisa bekerja dimanapun yang kau inginkan , jika kau mau kau juga bisa bekerja di perusahaanku”
“aku benar-benar terkejut dengan tawaran ini. Aku benar-benar tidak bisa memberi jawaban sekarang. Aku harus memikirkannya lagi . maafkan aku”
“iya tidak masalah nak, kau bisa memikirkannya terlebih dahulu”
“aku berharap kau bisa memberikan jawaban yang baik untuk kami”
“baiklah”

***
Selama seminggu yoona tidak memberi kabar kepada hanbin, chanyeol dan juga ibunya, namun hari berikutnya yoona datang kembali ke rumah hanbin dan disambut oleh chanyeol.
“halo oppa”
“masuklah”
“terima kasih”
“maaf seminggu ini aku tidak memberikan kabar sama sekali”
“ ya tidak masalah. Apa kau sudah mempunyai jawabannya?”
“ya, aku sudah memikirkannya”
“ lalu apa jawabanmu ?” chanyeol dan yoona duduk di sofa di ruangan tamu.
Yoona terdiam sejenak dan menarik nafas “baiklah, aku akan ikut bersama kalian”
“jawaban yang bagus” chanyeol tersenyum kepada yoona.
“oh iya dimana taeyeon ahjumma dan hanbin ? rumah ini terlihat sepi” yoona memalingkan matanya ke sekeling sudut ruangan tersebut.
“sedang pergi belanja. Sebentar lagi juga akan kembali”
“oh begitu”
Yoona merasa sangat canggung jika sedang bersama chanyeol.
“ apa aku boleh bertanya ?” chanyeol memecah keheningan diantara mereka
“ya ?”
“apa … kau menyukai adikku?”
“ ya aku menyukainya karena dia sangat polos. Dia pria yang menyenangkan”
“menyukainya sebagai seorang pria ?”
“hm ? tidak.. aku hanya menganggap hanbin sebagai temanku”
“oh begitu”
“ kenapa oppa bertanya seperti itu ?”
“tidak, aku hanya ingin memastikan saja. Aku hanya tidak ingin hanbin sakit hati karena mengira kau menyukainya”
“gantian.. apa aku bisa mengatakan sesuatu padamu ?”
“ya silahkan”
“sifatmu dan hanbin sangat berbeda. Oppa terlihat sangat dingin”
“semua orang mengatakan seperti itu” chanyeol memaksakan senyum di bibirnya
Menyadari ekspresi chanyeol yang berubah yoona merasa bersalah “maafkan aku, seharusnya aku tidak mengatakan itu padamu . aku benar-benar minta maaf”
“lupakan saja. Aku tinggal dulu. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku, kau bisa menunggu hanbin sambil menonton tv” chanyeol pun meninggalkan yoona sendiri di ruangan tersebut.
“seharusnya aku tidak mengatakan hal yang tidak-tidak. Dasar mulutku tak bisa diatur” yoona mengutuk dirinya sendiri dalam hatinya.

Sebulan kemudian yoona dan keluarga hanbin pindah ke korea. Yoona dipindahkan ke universitas terbaik korea myungsoo university di seoul.
Selama 3 bulan disana yoona mempelajari bahasa korea dan sesekali berjalan-jalan untuk menikmati suasana koreadengan ibu hanbin.
“eomma sangat senang kau mau menemani hanbinku” kata taeyeon kepada yoona saat mereka berbelanja di sebuah toko pakaian.
“iya ajumma aku juga senang melakukannya”
“dari sekarang panggil aku eomma”
“hm ? baiklah … eomma”
“ya sudah pilihlah semua pakaian yang kau suka. Besok kau akan masuk ke universitas barumu. Semoga kau menyukainya”
“hmm aku menyukainya eomma”

***
“setelah sarapan eomma dan hanbin akan pergi ke jeju untuk beberapa hari. Jadi chanyeol dan yoona akan tinggal di rumah”
“sebenarnya hanbin tidak mau tapi hanbin tidak bisa melihat eomma pergi sendiri. Princess apa kau tidak apa-apa hanbin tinggal untuk beberapa hari ?”
“ ya aku tidak apa-apa . aku juga akan sibuk dengan kuliahku”
“hyung hanbin titip princess denganmu ya. Tolong jaga princessku”
“baiklah”

Saat yoona hendak pulang dari kampusnya pukul 8 malam hp yoona berbunyi lalu yoona mengangkat sebuah panggilan “ halo oppa”
“apa kau sudah pulang kuliah ? aku akan lewat dari kampusmu”
“ya aku baru saja akan menuju halte”
“baiklah tunggu saja di halte aku akan menjemputmu disana”
“baiklah oppa”
Panggilan tersebutpun di putus oleh chanyeol .
Beberapa menit menunggu di kursi halte sebuah mobil maybach exelero berwarna hitam yang merupakan mobil termahal di dunia itu pun berhenti mulus di depan halte .
Chanyeol pun keluar dari dalam mobil dan menghampiri yoona .
“apa kau sudah lama menunggu ? maafkan aku”
“tidak. Hanya menunggu beberapa menit saja”
“ya sudah ayo kita pulang” chanyeol membuka pintu mobil itu untuk dimasuki yoona.
Mobil itu pun berjalan . selama perjalanan yoona dan chanyeol hanya terdiam saja . keduanya tidak ada yang membuka suara.
“oh iya, apa oppa sudah makan ? kalau belum aku akan memasakannya nanti untukmu”
“aku belum makan dari tadi, pekerjaan di kantor sangat banyak jadi aku melupakan makanku”
“meskipun kau sangat sibuk kau tidak boleh melupakan makanmu.nanti kau bisa sakit” yoona mengatakannya dengan canggung tanpa memandang wajah chanyeol.
Chanyeol yang memperhatikan yoona pun hanya tersenyum “baiklah”

Saat sampai di dalam rumah yoona langsung menyimpan tasnya ke dalam kamar dan langsung pergi menuju dapur untuk memasakan makanan untuk mereka.
yoona sangat lihai di dapur . dia ingin memasakan bulgogi, kimbap dan sedikit kimchi untuk makan malam mereka.
Setelah selesai mandi chanyeol langsung menghampiri yoona yang sedang memasak
“apa ada yang bisa aku bantu ?”
Yoona hanya tertawa mendengar pertanyaan chanyeol
“ada apa ? kenapa kau tertawa ?”
“oppa, eomma sudah sangat banyak menceritakan tentang kau dan hanbin. Eomma bilang kau sangat benci jika eomma meminta bantuanmu untuk memasak, wajahmu pasti akan cemberut jika diminta memasak”
“itu dulu. Mungkin sekarang tidak” chanyeol memegang tengkuknya dan bertingkah kikuk.
“sudahlah. Sebentar lagi juga selesai , oppa duduk saja di meja makan”
“baiklah jika kau tidak mau dibantu”

Setelah selesai memasak yoona membawanya ke meja makan. Yoona menyendokan nasi ke mangkuknya dan juga chanyeol.
“makanlah yang banyak” kata yoona tersenyum kepada chanyeol
Chanyeol hanya tersenyum menanggapinya.
“besok kau pulang jam berapa ? aku akan menjemputmu”
“seperti biasa, jam 8 malam”
“baiklah, aku akan menjemputmu besok”
“terima kasih”
Setelah selesai makan yoona membereskan semua peralatan makan dan permisi kepada chanyeol untuk langsung masuk ke dalam kamar.
Saat jam menunjukan pukul 1malam yoona terbangun dari tidurnya karena mendengarkan seseorang menyanyi dengan diiringi sebuah petikan gitar, lalu yoona mengikuti darimana sumber suara tersebut berasal dan yoona berhenti tepat di depan kamar chanyeol. Yoona melihat chanyeol sedang menyanyi dengan gitar di tangannya .
“yoona ?” chanyeol merasakan seseorang sedang berada di balik pintu kamarnya yang sedikit terbuka
“ya oppa ? maafkan aku telah mengintip dari cela pintu”
“apa aku sudah membangunkanmu ?”
“hm aku tidak bisa tidur jika mendengar sesuatu berbunyi (?)”
“maafkan aku. Masuklah” chanyeol menepuk ranjangnya mengisyaratkan yoona untuk duduk di sampingnya.
Yoona pun masuk dengan canggung.
“aku tidak bisa tidur jadi aku memainkan gitarku”
“hm” yoona hanya mengangguk mengerti.
“ya sudah tidurlah disini. Aku akan berhenti bermain”
“aku tidak akan bisa lagi tidur jika sudah terbangun seperti ini”
“jadi bagaimana ? besok kau ada kelas pagi kan ?”
“hm mungkin dengan dibacakan dongeng aku bisa tidur. Dulu setiap aku tidak bisa tidur eomma selalu membacakan dongeng untukku”
“apa itu bekerja jika aku yang melakukannya?”
“hm.. mungkin” yoona memalingkan matanya ke depan dan ke langit-langit kamar chanyeol.
“baiklah, sebentar sepertinya aku memiliki dongeng snow white” chanyeol meletakan gitarnya di sudut meja kamarnya lalu bergegas ke lemari yang ada di kamar itu lalu menemukan sebuah buku yang berjudul snow white.
“ini aku dapat. Ya sudah berbaringlah aku akan membacakannya untukmu”
Yoona pun berbaring di ranjang besar chanyeol lalu menarik selimut sampai bawah dadanya. Chanyeol mengambil tempat tepat di samping yoona dengan posisi terduduk.
Pada suatu hari di sebuah kerajaan tinggallah seorang putri cantik bernama snow white…..
Lalu seorang nenek datang menghampiri snow white dengan memberikan sebuah apel merah yang….
Chanyeol berhenti membacakan dongeng tersebut saat melihat yoona sudah tertidur dengan memegang tangan kirinya. Chanyeol yang melihatnya hanya tersenyum, chanyeol menutup bukunya lalu meletakannya di meja yang ada di samping ranjangnya itu. Chanyeol mengelus lembut rambut yoona dan memberikan ciuman di pipi yoona. Chanyeol mengubah posisinya menjadi tidur dan berhadapan dengan wajah yoona. Chanyeol memandang lekat wajah yoona dan menyentuh wajah halus yoona dengan jari-jarinya.
Pukul 6 pagi yoona terbangun dari tidurnya dan perlahan membuka matanya lalu dia melihat chanyeol yang tertidur di sampingnya dengan kedua tangan mereka yang berpegangan. Yoona perlahan melepas genggaman itu lalu menuruni ranjang chanyeol.
Saat menuju kamarnya yoona tersenyum sambil mencium tangannya sendiri.

Beberapa hari telah berlalu, taeyeon dan hanbin pun kembali dari jeju. Saat sampai di rumah hanbin langsung berlari ke kamar yoona.
“princess hanbin sudah pulang” hanbin berlari menuju ranjang yoona duduk.
“kapan kau kembali ? dimana taeyeon ahnjumma ?”
“itu di ruangan bawah sedang ngobrol dengan chanyeol hyung”
“oh baiklah, beristirahatlah jika kau lelah . ini sudah pukul 10 malam”
“hanbin sangat merindukan princess , hanbin mau bersama princess dulu”
“kita bisa mengobrol lagi besok. Tidurlah”
“baiklah kalau begitu. Hanbin tidur dulu” hanbin pun keluar dari kamar yoona menuju kamarnya.

***
“princess hanbin sedang menyukai seseorang. Hanbin ingin menyatakan perasaan hanbin padanya . bagaimana menurut princess ?” hanbin memberhentikan siaran tv yang sedang ditontonnya dan yoona di ruangan keluarga rumahnya.
“apa ? benarkah ? siapa ?” tanya yoona dengan dahi yang berkerut
Tiba-tiba hanbin mencium pipi yoona dengan cepat “hanbin menyukai princess. Apa princess mau menjadi kekasih hanbin ?”
Yoona yang masih terkejut dengan perilaku hanbin hanya terdiam mematung sambil memandang hanbin tanpa berkedip.
“princess ? jawab hanbin” hanbin memegang erat kedua tangan yoona.
Yoona hanya terdiam beberapa menit lalu membuka suaranya “aku … baiklah aku mau”
“benarkah ? yes princess kekasih hanbin” hanbin langsung menarik yoona ke pelukannya.

Keesokan harinya keluarga hanbin dan taeyeon pergi ke taman bermain . kebahagiaan yang dirasakan hanbin berbanding terbalik dengan yang dirasakan oleh chanyeol. Sepanjang perjalanan chanyeol hanya terdiam .

“eomma hanbin mau bermain biang lala bersama princess . eomma dan hyung tunggu disini ya” tanpa aba-aba hanbin menarik tangan yoona menuju wahana bermain di tempat itu.

Taeyeon yang memperhatikan raut wajah anak sulungnya tersebut hanya terdiam. Lalu chanyeol pun membuka suara di tengah keheningan di antara mereka.
“eomma au ingin mengatakan sesuatu”
“hm ?”
“ini tentang aku, hanbin dan juga yoona”
“ada apa ?”
“aku mencintai….”
“tidak chanyeol. Kau tidak bisa mencintai yoona” taeyeon langsung memotong pembicaraan chanyeol.
“eomma, kenapa tidak bisa ? aku mencintainya dan aku juga yakin yoona juga memiliki perasaan yang sama denganku”
“tidak. Yoona hanya untuk hanbin chanyeol. Kau harus mengiklaskan yoona untuk adikmu. Hanbin lebih membutuhkan yoona dibandingkan denganmu”
“eomma sampai kapan kau akan melakukan ini denganku ? sejak kecil sama sekarang aku selalu kau bedakan dengan hanbin. Bukankah aku juga anakmu ? kapan kau akan memperdulikan perasaanku ? . untuk semua kasih sayangmu aku telah merelakannya kepada hanbin, ketika kami menyukai sesuatu hal yang sama aku selalu mengiklaskannya untuk hanbin, apa untuk cintaku juga harus aku iklaskan untuknya ? apa aku tidak bisa sekali ini saja mendapatkan apa yang aku inginkan ? . eomma apa kau pernah mengerti perasaanku selama ini ? apa kau pernah menganggap aku ini ada ?” mata chanyeol dibasahi oleh air matanya lalu pergi meninggalkan taeyeon sendiri.
Tak lama kemudian yoona dan hanbin datang menemui taeyeon.
“eomma kenapa ?” hanbin khawatir dengan kondisi taeyeon yang sedang menangis.
“tidak apa-apa. Mata eomma hanya terkena debu tadi . apa kau sudah bersenang-senang ?”
“sudah eomma, hanbin sangat senang karna bisa bermain bersama princess”
“hanbin, ahjumma . aku ke toilet sebentar ya”
“hanbin akan temani”
“tidak perlu, aku hanya sebentar. Kau temani ahjumma saja ya. Aku akan kembali”
Yoona pun pergi meninggalkan hanbin dan taeyeon. Yoona berlari kesana kemari seperti sedang mencari seseorang, saat dia berada di sebuah taman kecil yang terlihat sepi pengunjung yoona berhenti lalu mengatur pernapasannya agar normal kembali .
Perlahan yoona menuju ke sebuah bangku panjang di taman tersebut yang duduk seorang pria yang menundukan kepalanya.
“oppa..” yoona duduk di samping pria yang duduk di kursi taman itu.
“untuk apa kau ke sini ? apa kau juga akan membelanya ?”
“oppa.. apa kau baik-baik saja ?” dengan perlahan yoona menyentuh bahu chanyeol.
“apa hanya hanbin yang membutuhkan kasih sayang kalian ? apa hanya dia yang bisa mendapatkan segala yang dia inginkan ? bagaimana denganku ?”
“terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu bisa kita dapatkan . terkadang kita harus setuju dengan apapun yang telah terjadi . mungkin sekarang ini situasi sedang tidak memihak kepadamu tapi percayalah suatu saat nanti kau pasti mengerti dan kau akan bisa menerima semua yang terjadi”
“sejak kecil aku selalu berusaha mengiklaskan segalanya untuk hanbin , aku mengerti karena dia memang lebih membutuhkannya . tapi untuk saat ini apa aku juga harus mengiklaskan dirimu untuknya ? apa aku salah jika aku mencintaimu ? . aku tau kau telah menerima cinta hanbin tapi aku juga tau kau melakukan itu hanya karena kau tidak mau melihatnya sakit . aku tau kau hanya mencintaiku bukan hanbin”
“apa aku terlalu menampakan perasaanku padamu ? ya benar aku memang mencintaimu. Aku tidak tau kapan aku merasakannya namun ketika aku bersamamu aku hanya ingin waktu berhenti disaat kita bersama . tapi aku tidak bisa melakukan itu ketika seseorang di luar sana menginginkan waktu berjalan kembali agar aku bisa bersamanya. Maafkan aku oppa aku aku tidak bisa melihat hanbin bersedih, dia membutuhkanku”
“bagaimana denganku ? apa aku tidak membutuhkanmu ?”
“maafkan aku, ini pilihan terbaik untuk kita. Berusahalah melupakan perasaanmu untukku, sama sepertiku aku juga sedang berusaha melupakan perasaanku untukmu”
“maafkan aku” dengan mata berair yoona berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan chanyeol di kursi itu.
Chanyeol bangkit dari duduknya lalu menghampiri yoona dan memeluk yoona dari belakang “ayo kita pergi. Pergilah bersamaku. Kita bisa memulai segalanya dari awal…”
Yoona melepaskan pelukan chanyeol lalu berbalik untuk menghadap ke arah chanyeol “maafkan aku, aku tidak bisa. Tapi kau harus tau sampai saat ini aku masih mencintaimu” yoona pun mencium bibir chanyeol perlahan lalu pergi meninggalkan chanyeol.
Beberapa hari setelah kejadian itu chanyeol memutuskan untuk pindah bekerja ke australia .
“hyung kenapa sangat mendadak ? bagaimana perusahaanmu disini ?”
“aku telah menpercayakannya kepada pak jung, dan setiap bulannya aku akan selalu meminta pertanggung jawabannya jadi semua akan aman”
“baiklah kalau begitu hati-hati disana hyung”
“hmm”
“eomma aku berangkat dulu, jaga dirimu baik-baik” chanyeol mencium pipi taeyeon ibunya dan memeluknya.
Selesai melepaskan pelukan taeyeon, chanyeol beberapa saat memandang wajah yoona sendu “aku titip eomma dan adikku, tolong jaga mereka untukku . dan untukmu… semoga kau bahagia dengan pilihanmu”
Chanyeol pun pergi memasuki ruang tunggu pesawat dengan senyum hangatnya.

***
7 tahun kemudian~~

Hari demi hari keadaan hanbin mulai membaik, 7 tahun lamanya hanbin kini menjadi pria normal pada umumnya. Dan hanbin kini telah menjadi seorang dokter di rumah sakit terkenal di korea. Sama suksesnya dengan hanbin yoona pun kini telah menjadi seorang designer terkenal di korea, karya- karya milik yoona telah dipakai oleh artis-artis dan model-model terkenal di dunia.
Namun 7 tahun juga chanyeol tidak pernah kembali ke korea. Chanyeol hanya berhubungan dengan keluarganya hanya melalui media sosial.

Di sebuah restoran di pinggir sungai han dengan dekorasi ala eropa dan nuansa merah menyala. Hanya ada hanbin dan yoona dalam restoran tersebut, hanbin sengaja menyewa restoran tersebut untuk memberikan surprise untuk ulang tahun yoona yang ke 25.
“kau sangat cantik hari ini” hanbin memegang tangan yoona yang duduk di hadapannya.
“terima kasih, kau memilihkan gaun yang pas dengan ukuranku” dengan gaun berwarna putih tulang di atas lutut, tanpa lengan dengan potongan di atas dada menapilkan bahu putih dan mulus milik yoona.
“apa kau menyukainya ?”
“ya, aku menyukainya” yoona tersenyum dan memegang tangan hanbin.
“baguslah jika kau menyukainya, oh iya aku sudah membungkuskan kado ulang tahunmu. Semoga kau menyukainya” hanbin mengeluarkan sebuah kotak merah kecil dari saku tuxedo hitam yang ia kenakan lalu meletakannya di hadapan yoona.
“apa kau tau sudah berapa banyak cincin yang kau berikan kepadaku ?” yoona tersenyum lalu membuka kotak kecil itu yang memang berisi sebuah cinci berlian dengan taburan mutiara di sekitar lingkarannya.
“tapi cincin ini berbeda” hanbin berdiri lalu mengambil kotak itu dari tangan yoona lalu dia berlutut di hadapan yoona sambil menyodorkan kotak itu ke hadapan yoona.
“maukah kau menikah denganku ?”
Yoona memandang hanbin sesaat “baiklah aku akan menikah denganmu tapi tidak bisa dalam waktu dekat-dekat ini. Aku harus menyelesaikan beberapa projeku terlebih dahulu dan setelah itu kita menikah.”
“baiklah kalau begitu, aku akan selalu menunggumu” hanbin pun memasangkan cincin itu di jari manis yoona lalu berdiri kembali dan mengajak yoona juga untuk berdiri. Lalu sebuah alunan musik romantis pun terdengar, hanbin dan yoona pun berdansa mengikuti alunan musik merdu itu. Saat musik berhenti hanbin mendekatkan wajahnya dengan yoona lalu mencium bibir yoona dengan lembut.

“berapa hari kau di australia ? jika kau mau aku akan menemanimu” hanbin membantu yoona memasukan pakaian yoona ke dalam koper.
“hanya beberapa minggu kok, aku harus memilih bahan-bahan untuk design terbaruku”
“kenapa kau tidak meminta pegawaimu saja yang mencarinya kesana”
“hanbin, aku harus memilihnya sendiri”
“aku pasti akan merindukanmu.. sangat”
“aku juga akan merindukanmu, aku akan selalu memberikan kabar nanti”
“baiklah kalau begitu, berhati-hatilah disana. Jika kau kesulitan disana kau bisa hubungi chanyeol hyung”
Seketika yoona berhenti dari kegiatannya dan pandangannya kosong.
“sayang…” hanbin yang menyadarinya memegang bahu yoona.
“ hmm ? baiklah nanti aku akan menghubunginya jika aku mebutuhkan bantuannya”

Keesokan harinya yoona pun berangkat ke bandara diantarkan taeyeon dan juga hanbin.
“hati-hati disana sayang” taeyeon memeluk yoona lalu mengecup pipi yoona
“baiklah eomma”
“jangan lupa hubungi aku jika kau sudah sampai disana”
“baiklah, ya sudah aku pergi dulu ya. bye” yoona mencium pipi hanbin lalu pergi memasuki ruang tunggu pesawat.

Beberapa jam perjalanan akhirnya yoona sampai di australia. Yoona langsung memesan taksi lalu pergi menuju hotel yang sudah di pesannya sejak kemarin.
Beberapa jam beristirahat yoona keluar dari hotelnya lalu pergi ke sebuah toko besar di kota itu. Waktu telah menunjukan pukul 8 malam, yoona berjalan kaki sambil menikmati udara malam di kota itu .
Namun saat yoona hendak menuju toko kainnya yoona diganggu oleh beberapa orang pria yang sedang mabuk.
Yoona ketakutan lalu pergi berlari meninggalkan pria-pria tersebut. Yoona berlari sekencang mungkin hingga memasuki sebuah gang kecil yang dengan penerangan seadanya, yoona berjongkok di gang itu sambil memperhatikan pria-pria yang hendak menangkapnya.jantung yoona berdegup dengan kencang hingga seseorang memegang bahunya. Yoona terkejut lalu memukulkan tas yang sedari tadi dipegangnya ke kepala seseorang yang memegang bahunya.
“aw sakit. Aku bukan orang jahat” orang tersebut menutup kepalanya dengan tangannya.
“maafkan aku, apa kau baik-baik saja ? mafkan aku”
Orang itu pun melihat yoona dan ternyata orang tersebut adalah chanyeol.
“oppa..”
“yoona ? kenapa kau ada disini ?”
Air mata yoona pun jatuh membasahi pipinya, yoona pun pergi meninggalkan chanyeol yang kebingungan.
Chanyeol pun mengejar kemana yoona pergi hinggaakhirnya tangan chanyeol dapat menarik pundak yoona yang membuat yoona berbalik dan memeluk chanyeol.
Yoona menangis tersedu-sedu di dada bidang milik chanyeol .
“yoona.. kau kenapa ? apa kau baik-baik saja ?”
Yoona melepaskan pelukannya lalu memukul-mukul dada chanyeol “kenapa kau begitu jahat ? kenapa ?”
“mafkan aku”
“kau pergi begitu saja dariku, dan selama itu juga kau tidak pernah menghubungiku sekali saja. Oppa kau benar-benar jahat”
“mafkan aku.. aku benar-benar minta maaf”
Chanyeol menarik badan yoona dan kembali memeluk yoona di tengah tangisan yoona yang tak kunjung berhenti.

“bagaimana kabarmu ?” chanyeol memberikan segelas teh hangat di meja yang berada di depan yoona. Yoona dibawa chanyeol ke apartment miliknya.
Namun yoona hanya diam dan memandang ke arah jendela yang berada di ruangan tersebut.
“aku tau aku salah.. tapi jika tidak begini aku tidak akan pernah bisa melupakanmu” chanyeol mengambil duduknya di kursi yang berada di samping yoona.
“apa itu berhasil ? apa kau sudah melupakanku ?” arah pandangan yoona tidak berubah namun dia mencoba membuka mulutnya untuk berbicara. Mata yoona tampak berkaca-kaca. Beberapa saat tidak ada suara diantara mereka.
“ya . aku sudah melupakanmu sekarang” chanyeol tersenyum kepada yoona.
“baguslah, setidaknya kau tidak merasakan hal yang sama denganku. Hmm, mungkin ini hukuman bagiku telah mempermainkan perasaanmu dulu” yoona mencoba tersenyum dan menghapus air matanya yang terslanjur terjatuh dari sisi matanya.
“apa maksudmu ?”
“ya sampai saat ini aku masih tidak bisa melupakanmu. Ya aku masih mencintaimu, perasaanku tidak berubah masih sama seperti 7 tahun yang lalu. Ini akan menjadi hukumanku” yoona memalingkan wajahnya ke arah chanyeol lalu tersenyum kepadanya.
“baiklah, seharusnya aku tidak bertemu denganmu. Aku pergi dulu oppa. Semoga kau mendapatkan gadis yang baik . aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu” yoona pun bangkit dari duduknya dan hendak pergi dari apartment tersebut. Namun saat yoona berjalan ke arah pintu chanyeol langsung menarik tangan yoona dan langsung memeluk erat yoona.
“tolong katakan padaku sekali lagi . tolong katakan kau masih mencintaiku”
“aku masih mencintaimu, aku masih sangat mencintaimu”
“aku pikir kau sudah melupakanku, perasaanku, cintaku tak ada yang berubah aku masih mencintaimu sama seperti dulu. Aku tidak bisa melupakanmu”
“oppa … apa ..”
Saat yoona hendak melanjutkan ucapannya, chanyeol langsung mencium lembut bibir yoona.

Beberapa minggu telah berlalu, akhirnya yoona kembali lagi ke korea. Namun kembalinya yoona kali ini ditemani oleh chanyeol.

***
Yoona sembunyi di belakang punggung chanyeol, raut wajahnya menunjukan yoona yang ketakutan . namun tangan chanyeol mencoba memberikan kekuatan pada yoona.
“apa semuanya akan baik-baik saja oppa ?”
“baik atau tidaknya aku juga tidak tau, tapi ini harus kita beri tahu”
Chanyeol menekan bel rumahnya sendiri, beberapa menit kemudian taeyeon pun membukakan pintu . wajah taeyeon terlihat sangat terkejut hingga akhirnya taeyeon langsung memeluk anak sulungnya itu . taeyeon pun mengajak chanyeol dan yoona masuk.
Saat memasuki ruang tamu hanbin sedang sibuk dengan handphonenya. Ketika menyadari kedatangan chanyeol hanbin langsung menyimpan hpnya di sakunya lalu memeluk chanyeol.
“hyung kapan kau kembali ? oh yoona ? hyung kembali bersama yoona ?” raut wajah hanbin seperti kebingungan.
“tapi kenapa wajahmu sayang ? apa kau sakit ? kau sangat pucat” hanbin menarik tangan yoona halus untuk pindah dari belakang badan chanyeol. Hanbin memegang dahi yoona dengan cemas.
“eomma aku Ingin mengatakan sesuatu”
“apa sayang ?”
“aku… aku dan yoona akan menikah”
Mendengar perkataan chanyeol hanbin langsung tertawa.
“hyung apa yang kau katakan ? australia telah mengubahmu ha ?”
“yoona sedang mengandung anakku sekarang ini. Jadi secepatnya aku akan menikahinya. Aku datang kesini hanya meminta restu darimu eomma”
“huah kau benar-benar sudah sinting. Bagaimana mungkin kekasihku ingin kau nikahi ? ”
“sayang katakanlah sesuatu. Katakan pada orang ini kalau kau sebentar lagi akan menikah denganku bukan dengannya” kata hanbin memegang erat tangan yoona.
“maaf… maafkan aku hanbin. Aku mencintainya”
Hanbin sangat terkejut mendengarkan perkataan yoona. Raut wajahnya bberubah menjadi merah padam.
“sayang apa yang kau katakan ha ? aku tidak akan mengizinkanmu lagi pergi ke australia. Negara itu telah merusak otakmu. Ayo kita pergi dari sini” hanbin mencoba menarik tangan yoona, namun yoona hanya terdiam pada posisi berdirinya.
“aku akan pergi dari rumah ini. Aku akan mengawali semuanya dari awal bersama yoona dan janin yang sedang dikandungnya. Eomma aku pergi. Ayo yoona” chanyeol pun menarik tangan yoona untuk keluar dari rumah itu. Hanbin mencoba menarik kembali yoona, namun dengan lembut yoona melepaskan genggaman tangan hanbin.
Yoona dan chanyeol pun keluar dari rumah itu.
“eomma lakukanlah sesuatu, princessku diambil kakakku sendiri. Eomma lakukanlaah sesuatu” hanbin mengguncang-guncang tubuh taeyeon yang sudah lemas sejak perkataan chanyeol sebelumnya.
“iklaskanlah yoona, biarkanlah mereka bahagia nak. Mereka saling mencintai”
“eomma apa yang kau katakan ? yoona mencintaiku bukan chanyeol hyung”
“tidak nak. Yoona hanya mencintai chanyeol . yoona telah mencintai chanyeol sejak pertama kali mereka bertemu. Iklaskanlah mereka bahagia”

***
2 tahun kemudian~~

“sehun-ah kau dimana nak ?” teriak yoona mencari anaknya di semua ruangan rumahnya bayinya yang masih berumur 2 tahun.
“ah, disini kau ternyata. Ayo kita makan” kata yoona saat menemukan sehun di ruang tamu rumahnya.
“setelah kita makan, mandi lalu kita pergi membeli mainan untukmu oh ?”

Di sebuah pusat perbelanjaan di australia itu yoona mendorong keranjang bayi sambil melirik kanan kiri di bagian penjualan peralatan bayi.
Saat yoona memasuki sebuah toko yang menyediakan berbagai macam mainan anak-anak seorang pria berbadan kekar dengan mengenakan pakaian formal dengan jas berwarna hitam memanggil nama yoona.
“yoona ?”
Yoona pun menoleh ke arah suara itu berada “ hanbin ?”
“ya ini aku hanbin. Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini” hanbin tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut hitam panjang milik yoona.
“ya. Apa kabar ? kenapa kau ada disini ?”
“baik . bagaimana denganmu ? aku ingin mencari mainan untuk bayi”
“aku juga baik. Ahh kau sudah memiliki anak juga sekarang ? selamat hanbin” yoona tersenyum kepada hanbin.
Hanbin hanya tertawa mendengar perkataan yoona.
“kenapa ? kenapa kau tertawa ?”
“tidak kok, aku belum memiliki anak. Aku ingin memberikan hadiah ultah untuk anak rekan kerjaku. Tapi aku bingung ingin memberikan apa . apa kau bisa membantuku ?”
“ah begitu, baiklah . apa jenis kelamin anaknya ? dan berapa umurnya ?”
“dia seorang wanita. Umurnya mungkin sekitar umur anakmu” hanbin melirik ke keranjang bayi yang dibawa yoona.
“oh baiklah. Aku akan membantumu mencarinya” jawab yoona kikuk.
“terima kasih yoona”
Setelah beberapa puluh menit mencari akhirnya yoona dan hanbin pun keluar dari toko itu.
“oh iya apa kau mau makan siang denganku ? sudah sangat lama kita tidak bertemu”
“hmm baiklah”
Hanbin dan yoona pun menuju ke sebuah resto yang dekat dengan pusat perbelanjaan tersebut.
Hanbin memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela resto tersebut.
Setelah memesan makanan hanbin pun membuka pembincararaan kembali.
“oh iya aku sampai lupa menanyakannya . siapa nama anakmu ?”
“sehun. Park sehun”
“ah nama yang bagus”
“ya, terima kasih”
“bagaimana kabar chanyeol hyung ? apa dia baik-baik saja ?”
“ya dia baik-baik saja”
“baguslah kalau begitu”

Selesai menyantap makanan mereka hanbin pun menawarkan untuk mengantar yoona kembali ke rumahnya. Awalnya yoona menolak namun karena sedikit paksaan akhirnya yoona mengiyakan tawaran hanbin.
“masuklah dulu”
“tidak, lain kali saja. Aku harus kembali lagi ke rumah sakit, pasienku sedang menungguku”
“oh baiklah. Hati-hati di jalan” yoona pun masuk ke rumahnya.

Saat pukul 6 sore chanyeol pulang dari kantornya.
“sayang aku pulang. Dimana kau ?” chanyeol memasuki rumahnya.
“aku di kamar sehun oppa” teriak yoona dari dalam kamar tidur sehun.
Chanyeolpun menghampiri yoona ke dalan kamar sehun.
“ah jagoan appa” chanyeol langsung menggendong sehun .
“apa kau mau langsung mandi oppa ? aku akan menyediakan airnya”
“hmm. Terima kasih sayang” chanyeol mengecup pipi yoona singkat.

Setelah selesai mandi, chanyeol langsung makan makanan yang telah dimasakan oleh yoona. Di meja makan yoona menyediakan peralatan makannya dan chanyeol.
Di tengah waktu makan mereka yoona membuka suaranya.
“oppa”
“ya ?”
“tadi siang aku bertemu dengan hanbin”
Chanyeol langsung berhenti dari kegiatannya.
“benarkah ? bagaimana kabarnya ?”
“baik. Dia baik-baik saja. Dia semakin dewasa sekarang”
“baguslah kalau begitu” chanyeol kembali melahap makannya.
“oppa.. apa kau tidak berniat menemuinya ?”
“mungkin dia tidak ingin menemuiku”
“oppa jangang berkata seperti itu” yoona memegang tangan suaminya itu.
“dia menjadi dokter di rumah sakit vronela. Aku tau kau merindukannya dan juga eomma. Temuilah mereka . ya ?” lanjut yoona.
“bagaimana jika mereka menolakku ?”
“oppa.. aku yakin mereka juga merindukanmu. Temuilah mereka”
Suasana ruang makan itu mendadak menjadi sepi tak bersuara.

Beberapa hari setelah itu chanyeol memberanikan diri mendatangi rumah sakit tempat hanbin bekerja. Chanyeol tampak sangat canggung. Saat chanyeol berniat membatalkan niatnya menemui hanbin seorang ibu berumah memanggil namanya dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
“anakku. Chanyeol anakku. Akhirnya aku bertemu denganmu, ibu sangat merindukanmu”
“eomma.. aku juga sangat merindukanmu” mata chanyeol dibasahi air matanya ketika menyadari bahwa dia bisa bertemu kembali dengan ibunya.
“bagaimana kabarmu ? apa kau baik-baik saja selama ini ?” taeyeon menyentuh pipi dan lengan anaknya itu.
“aku baik-baik saja eomma”
“baguslah kalau kau baik-baik saja. Ayo kita ke ruangan hanbin, dia juga pasti ingin bertemu denganmu”
Saat taeyeon ibunya dan chanyeol memasuki ruangannya raut wajah hanbin seketika berubah. Wajahnya tampak datar ketika melihat chanyeol.

***
“wajahmu sangat pucat yoona” kata hanbin saat mengantar yoona kembali ke rumahnya.
“aku hanya kecapean saja. Akhir-akhir ini sehun sangat rewel”
“istirahatlah. Aku akan memanggilkan eomma kesini pasti dia sangat senang jika diminta merawat sehun”
“terima kasih hanbin, maaf telah merepotkanmu”
“tidak apa-apa. Hubungi aku kapanpun jika kau membutuhkanku. Sekarang istirahatlah, aku akan menjaga sehun sampai ibu datang ke sini”

Hari demi hari kondisi yoona tampak memburuk namun yoona selalu mengatakan dia baik-baik saja pada semua orang.
“periksalah ke dokter. Besok aku akan mengambil cuti, aku akan menemanimu ke dokter”
“sayang.. aku baik-baik saja, aku hanya butuh istirahat saja”
“tidak, lihatlah keadaanmu sekarang”
“baiklah aku akan ke rumah sakit besok . aku akan pergi bersama eomma. Kau jangan cuti kau harus tetap bekerja”
“tapi…”
“oppa…”
“baiklah kalau begitu. Beritahu hasilnya padaku”
“hmm”

Keesokan harinya yoona pergi ke rumah sakit sendiri. Yoona menitipkan sehun kepada taeyeon. Yoona pergi ke rumah sakit tempat hanbin bekerja.
Saat sampai di ruangan hanbin, yoona pun diperiksa oleh hanbin dengan bantuan 2 orang suster.
“hanbin bagaimana keadaanku ? aku baik-baik saja kan ?” yoona sagat penasaran dengan hasil kesehatannya yang sedang dibaca oleh hanbin.
Perlahan-lahan hanbin meletakan kertas-kertas itu di mejanya, hanbin menatap yoona lalu menjatuhkan air matanya.
“ada apa ? hanbin katakan padaku”
Hanbin bangkit dari kursinya lalu memeluk yoona erat.
“kenapa ? kenapa harus kau yang mengalaminya ?”
“ada apa sebenarnya?”
“kau mengidap kanker darah stadium akhir. Apa yang harus aku lakukan ? aku tidak bisa kehilanganmu”
Yoona tersungkur di lantai ruangan itu. Yoona tidak bisa berkata apapun, yoona hanya bisa meneteskan air matanya”

“tolong jangan katakan pada chanyeol, aku mohon”
“bagaimana mungkin hyung tidak mengetahuinya. Dia harus….”
“aku mohon hanbin, aku tidak mau membuatnya sedih. Cukup kau dan aku yang tau ini. Apa kau bisa janji padaku ?”
Dengan terpaksa hanbin mengiyakan permintaan yoona.

Setahun berlalu, yoona masih ada namun kondisinya kini sangat memprihatinkan. Tubuhnya sangat kurus, kulitnya sangat pucat dan kini rambut indahnya sedikit demi sedikit rontok tak bersisa.
Dan baru sebulan yang lalu chanyeol mengetahui segalanya, saat yoona harus dirawat di rumah sakit . chanyeol merasa sangat bersalah.
“bagaimana mungkin aku tidak mengetahui semua ini ? maafkan aku, seharusnya aku lebih memperhatikanmu”
“oppa aku baik-baik saja. Apa kau tau aku adalah wanita yang benar-benar beruntung. Aku bisa memiliki suami sepertimu.. kau selalu ada saat aku mebutuhkanmu, kau selalu mementingkan kebahagiaanku diatas semuanya. Seharusnya aku yang minta maaf padamu aku tidak akan bisa lagi menyiapkan sarapan untukmu, memilihkan pakaianmu, memasangkan dasimu, menyediakan air mandimu, memasakan makan malam untukmu.. aku tidak akan bisa melakukan itu” air mata yoona tidak dapat terbendung lagi. Yoona menagis meratapi keadaannya sekarang ini.
“kau masih bisa melakukannya. Sampai kapanpun, karna kau akan sembuh sayang kau pasti sembuh . bertahanlah” chanyeol menangkup wajah tirus yoona dengan kedua tangannya lalu kembali memeluk yoona.

Beberapa menit kemudian taeyeon, yuri dan sehun masuk ke dalam ruangan yoona. Sehun langsung berlari ke ranjang yoona.
“eomma lihatlah rambut sehun. Sehun juga tidak memiliki rambut lagi sekarang kita sama , jadi jangan pernah malu jika eomma tidak memiliki rambut lagi” sehun memeluk yoona dengan sangat erat.
“lihatlah anak kita. Bukankah dia sangat pintar ? kau telah melahirkan dan merawat anak sepintar sehun. Berjuanglah jangan menyerah”
Suasana ruangan itu menjadi sangat haru. Tak seorangpun bisa menahan air matanya melihat suasana yang terjadi di tempat itu.

***
14 tahun kemudian~~
Anakku tersayang…
Selamat ulang tahun sehunku
Saat kau menerima kotak ini pasti umurmu sudah 17 tahun sekarang karena eomma sudah meminta appa agar memberikan kotak ini saat umurmu sudah 17 tahun.
Kenapa 17 tahun ? karena eomma yakin di umur itu kau sudah memiliki pemikiran yang lebih dewasa hehehe.
Sayang apa kau tumbuh dengan baik ? pasti jawabannya iyakan ?karna eomma yakin appa bisa merawatmu dengan baik.
Sayang kau tidak melupakan eommakan karna kau telah memiliki seorang ibu baru yang cantik dan baik. Meskipun dia bukan ibu kandungmu kau harus menghormati dan menyayanginya ya.. ibu yakin pasti kau sangat akur dengannya .
Oh iya ibu sampai lupa, apa kau mendapatkan kampus yang kau inginkan ? ibu berharap jawabannya ya .
Semangat ya belajarnya.
Sampaikan salam eomma dengan nenek, appa dan juga paman hanbin ya.
Oh iya paman hanbin pasti sudah menikahi seorang wanita cantik juga kan ? hmm eomma yakin pasti feeling eomma benar .
Katakan pada appa ingatlah istirahat meskipun dia sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Katakan pada paman hanbin jadilah dokter yang baik dan tampan.
Dan untukmu sayang eomma sangat merindukanmu, maafkan eomma tidak memiliki banyak waktu untukmu .
Eomma sayang kalian semua.

“eomma aku juga merindukanmu”
“eomma tidak ada yang bisa menggantikanmu disini, appa masih mencintaimu . appa tidak mau mencari penggantimu karena appa benar-benar mencintaimu. Begitu juga dengan paman hanbin, sampai saat ini dia masih menyimpan cintanya untukmu. Dia tidak bisa melupakanmu. Tidak ada yang berubah eomma, yang berubah hanya sekarang kau tidak ada lagi bersama kami. Istirahatlah yang tenang eomma kami mencintaimu”

—end—

jangan lupa coment dan likenya chingu .
tinggalkan jejak yak 🙂 😀

Give me your feedback ♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s