Pynlike


AAZ

Tittle : Pynlike || Maincast : Yoona SNSD,chanyeol EXO || Genre : Angst, romance, AU, Family || Length :oneshoot || Rating : T

ibu chanyeol diperankan Taeyeon SNSD
ayah chanyeol diperankan Kim soo hyun
ibu asuh diperankan Tiffany SNSD
dokter kim diperankan boA

“ ini adalah mainan barumu, apa kau senang sekarang sayang ?”
“ benarkah ayah ? Aku sangat senang dia sangat cantik.”
“lakukanlah apapun padanya jika kau memang menginginkannya.”
.
.
.
.
.
Saat aku berumur 7 tahun aku diangkat menjadi anak oleh keluarga park. sebelum aku berada di keluarga ini aku tinggal di sebuah panti asuhan, aku tidak tahu bagaimana latar belakang ku dan juga keluargaku yang ku tau hanyalah aku adalah anak yg tidak diinginkan oleh orang tuaku sehingga aku dibuang di depan panti asuhan ini.
Di keluarga baruku ini semua yang kuinginkan bisa ku dapatkan, tak perlu menunggu lama untuk mendapatkannya tidak maksudku jika aku meminta kepaka anak itu maka orang tuanya akan memberikannya padanya lalu anak itu yg akan memberikannya padaku. namun semua itu tidak bisa membuatku bahagia karena aku di keluarga ini hanya dianggap sebagai mainan anak kandung mereka yaitu park chanyeol.
sejak kecil hingga sekarang aku berumur 20 tahun aku tidak pernah dianggap sebagai manusia di keluarga ini, aku hanya bagaikan pajangan manekin yang menghiasi setiap sisi rumah mewah bergaya eropa ini.

Flashback
“Sudah aku katakan jangan menemukanku, aku tidak mau kau menemukanku dan lihatlah sekarang aku jadi kalah darimu!”
“ aku tidak menemukanmu, aku hanya lewat dari tempat dimana kau bersembunyi namun aku tidak ada melihatmu dan lagian aku belum ada mengatakan aku telah menemukanmu itu berarti kau menang dariku”
“ benarkah ? Berarti aku menang kan ? Yasudah sekarang kau kembali berjaga aku akan bersembunyi lagi”
Flashback end
.
.
.
.
Aku selalu berusaha membuat laki-laki manja itu bahagia, aku akan selalu melakukan apapun agar laki-laki itu senang denganku . Karena jika dia sudah tidak menginginkan aku maka sama saja keluarga ini juga tidak membutuhkan aku aku lagi .
“ ayo cepatlah sedikit, apa kau seekor siput ha ? Kenapa jalanmu lamban sekali “
“ iya sebentar tas ini sangat berat “
“ apa kau sedang mengeluh sekarang karena membawakan tas milikku ?! “
“ bukan begitu tapi … “
“ sudahlah, semakin kita bernjak dewasa semakin aku tidak menyukaimu. Kau terlihat sangat tidak berguna lagi sekarang im yoona “
Aku hanya terdiam jika kata-kata kasar yang keluar dari mulut pria itu seenaknya menusuk hatiku. Aku tidak bisa berbuat apapun karena dia adalah segalanya untuk kehidupanku .
.
.
.
.
Aku berkuliah di tempat yang sama dengannya namun aku dan dia berbeda jurusan. Aku kuliah di jurusan musik sedangkan dia kuliah di jurusan arsitektur.
Dia sangat populer di kampus ini banyak wanita yang mendekatinya dan tentu saja karena dia adalah seorang playboy murahan dia juga mendekati semua wanita yang mendekatinya .
Dan karena wanita-wanita itu tau aku adalah adik dari park chanyeol mereka semua berbondong-bondong memberikan perhatian juga padaku. Dan aku tau semuanya hanyalah kepalsuan karena mereka hanya ingin terlihat baik di mata pria yang mereka sukai.
.
.
.
.
“ hei park yoona “
Aku menoleh ke arah suara itu berasal dan aku sangat mengenal suara khas dari seseorang yang memanggil ku ini, dia adalah pria yang aku sukai sejak aku berada di bangku SMA . Dia adalah sehun seniorku . seketika dia sudah berada di tempat duduk dan duduk di sampingku
“ ya ? “
“ apa yang kau lakukan sendirian di taman ini ? “
“ hemm .. Hanya menghirup udara segar saja “ aku tersenyum tipis padanya.
“ benarkah ? Bukan karna kau bosan kan menunggu kakakmu yang sedang meladeni para fans wanitanya itu ? “ pria itu menunjuk dengan bibirnya ke arah sekerumunan wanita yang sedang menempel bagaikan lintah di badan chanyeol .
“ hemm sedikit “ aku tersenyum lagi padanya
“ jadi kau tidak akan pulang jika tidak bersama park chanyeol ? “
“ hemm aku sudah terbiasa pergi kemanapun bersamanya jadi meskipun harus menunggu aku akan tetap pulang bersamanya “
“ kau benar-benar adik yang baik “ dia mengacak-acak rambutku.
“ yasudah aku harus pergi sekarang, aku masih ada praktik ke laboratorium. Aku pergi dulu, semoga hari ini tidak akan terlalu membuatmu bosan “ ia memegang bahuku dan tertawa padaku lalu pergi dari hadapanku.
“ baiklah, semangat “
.
.
.
.
“ apa kau sedang berkencan dengan seorang pria sekarang ? “ pria itu membuka pembicaraan saat aku berada di dalam mobil mewah miliknya.
“ tidak “
“ apa kau sedang berbohong sekarang ? “
“ aku tidak akan pernah berbohong denganmu “
“ tadi aku melihatmu sangat akrab dengan sehun yang dari jurusan kedokteran itu “
“ aku hanya berteman dengannya tidak lebih “
“ tapi aku lihat kau sangat bahagia berada di sampingnya , atau kau menyukainya ? “
“ tidak “
“ aku tidak suka jika kau dekat-dekat dengan pria itu “
“ apa salahnya jika aku dekat dengannya . Bukankah itu wajar , aku juga ingin dekat dengan pria lain selain dirimu “
“ berarti benar kau pasti menyukai pria itu kan ! “ suara chanyeol mulai meninggi sehingga membuat yoona memandang pria itu dengan wajar yang tidak suka .
“ kalaupun aku menyukainya apa itu salah ? Aku juga wanita aku juga memiliki rasa kepada seorang pria “
Tiba-tiba chanyeol menginjak rem mobilnya dengan cepat dan membuat mobilnya terhenti dengan sangat kasar.
“ aku tidak suka jika kau dekat dengan pria manapun termasuk pria busuk itu !“
“ apa yang salah dengan itu ha ? “ aku menatap chanyeol dengan tajam
“ karena kau hanya milikku. Kau hanya milikku seorang, tidak boleh ada yang memilikimu selain aku “
Aku bergidik mendengar perkataan pria itu yang baru pertama kalinya aku dengar keluar dari mulutnya “ apa .. Apa mak.. Sudmu ? “ aku berkata dengan sangat hati-hati.
Dengan secepat kilat pria itu menarik tanganku yang membuat badanku mendekat dengannya lalu mencium bibirku dengan sangat kasar . Aku tidak bisa berbuat apapun aku hanya bisa terdiam.
.
.
.
.
“ bagaimana dengan hari kalian ? Apa menyenangkan ? “
“ aku mulai tidak menyukai wanita ini bu. Dia sekarang berani melawanku “ pria itu menatap ke arahku tajam
“ benarkah yoona ? Apa sekarang kau mulai bosan dengan hidupmu ? “ kata-kata dari mulut wanita paruh baya itu sukses membuat hatiku terasa sangat sakit , mataku hampir mengeluarkan butiran-butiran air yang akan membuatku terlihat menyedihkan.
“ bukankah sudah kami katakan padamu sejak kau pertama kali kami angkat kau jangan pernah membuat anak kami marah ataupun sedih. Jika tidak .. “
“ aku minta maaf ayah , ibu dan juga kau park chanyeol aku tidak akan melakukannya lagi “ aku menunduk di depan meraka semua.
“ baguslah kalau begitu, tetaplah seperti apa yang sudah kau katakan “ kata chanyeol tersenyum sungging
.
.
.
.
Bagaikan cristine medlay seorang selir yang memiliki segalanya namun tidak pernah bahagia. Ia menerima segala perlakukan kasar dari semua orang di sekitarnya tanpa bisa berbuat apa-apa. Sama seperti diriku aku tidak dapat melakukan apapun meskipun mereka selalu menyakitiku. Aku pernah berpikir untuk mengakhiri semua penderitaanku ini namun tidak, aku tidak mau hidupku yang menyedihkan berakhir sia-sia. Aku hanya ingin mati jika aku sudah menemukan bagaimana latar belakang keluargaku yang sebenarnya . Jika semua itu sudah kudapat mungkin aku bisa mempertimbangkan untuk mengakhiri hidupku yang sangat malang .
You have message
Hp yoona berbunyi dan ia langsung membuka sms yang masuk.
Heii park yoona apa kau sedang sibuk sekarang ?
Jika kau tidak sibuk mau tidak kau menemaniku ke toko buku ?
Aku tidak suka jika harus berjalan sendirian
Sehun xx
Setelah membaca sms itu yoona langsung membalasnya
Maaf sehun aku tidak bisa
Yoona menolaknya karena ia tahu jika chanyeol tahu kalau dia pergi dengan sehun maka yoona tidak akan aman atau mungkin sehunpun tidak akan aman , karena yoona sangat tahu kalau chanyeol akan melakukan semua cara agar kemarahannya bisa tersampaikan.
You have message
Baiklah mungkin lain kali .
Maaf sudah mengganggumu park yoona
Setelah membaca sms dari sehun lagi yoona menutup hpnya tanpa membalas.
Yoona membuka laci meja rias yang ada di kamarnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.
“ setidaknya aku masih memiliki ini “ tanpa sengaja yoona menjatuhkan air matanya di atas barang itu, hatinya terasa sangat sakit. Yoona sangat ingin berteriak sekencang-kencangnya dan mengatakan dia sangat ingin bahagia namun semuanya hanya akan sia-sia yoona hanya bisa diam dengan mulut tertutup rapat dan mengeluarkan cairan bening dari matanya yang indah.
.
.
.
Tanpa terasa sekarang yoona dan chanyeol sudah memasuki tahun ketiga di kuliah mereka. Dan tidak ada yang berubah bagi yoona , semuanya sama saja. Penderitaan selalu silih berganti menghampirinya .
“ heii park yoona “
Yoona mendongak ke arah suara itu berasal dan melemparkan senyum manisnya kepada pria yang memanggilnya itu .
“ hai sehun “ yoona tersenyum pada pria yang sudah duduk di sampingnya di taman kampusnya itu .
“ kau kenapa sangat suka duduk disini , padahal taman ini sangat sepi “
“ hem aku sangat suka suasana yang tenang seperti ini , dan lagian udara disini sangat sejuk bukan ? “
“ ya aku tahu. Aku yakin jika aku tidak menemukanmu di sekitaran kelas pasti kau ada di taman ini “ pria itu tersenyum.
“ oh iya aku ingin memberikan sesuatu untukmu “ sehun membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah gantungan tas dan seekor boneka rusa imut sedang bertengger di gantungan itu dan di tanduk rusa itu ada tergantung tulisan kecil park yoona ♡ .
Yoona menerima gantungan itu dan tersenyum “ apa kau suka park yoona ? “
“ hemm aku sangat suka “yoona tersenyum pada sehun
“ andai saja aku adalah seekor rusa yang bisa berlari sekencang-kencangnya dari semua penderitaan ini “
Senyum di bibir pria tinggi dan tampan itu seketika memudar “ apa yang kau katakan park yoona ? Apa maksudmu ? “
“ hemm tidak , aku hanya mengigau saja “ yoona tersenyum pada pria itu lagi
“ … “
“ oh iya kau jangan memanggilku park yoona terus , panggil saja yoona. Jangan terlalu formal denganku “ yoona tersenyum
sehun menangkup wajah yoona di tangannya dan mata mereka saling berpandangan “ aku tidak tau apa yang sedang kau alami sekarang , aku juga tidak akan memaksamu untuk bercerita denganku tapi yang harus kau tau aku akan selalu ada untukmu jika kau menginginkanku yoona . Aku tidak akan pernah jauh darimu . Percayalah padaku aku akan selalu ada untukmu “ sehun pun mencium kening yoona dengan lembut, yoona tidak menolak semua perlakuan sehun padanya karena memang yoona menyukainya . Sehun selalu bisa membuat yoona merasa tenang dan damai .
.
.
.
.
“ Lagi-lagi kau membuatku marah im yoona !!“ pria tinggi dan jakun itu membuat yoona terkejut karena membantingkan pintu kamar yoona dengan tiba-tiba.
“ apa salahku park ? “ mata yoona berkaca-kaca karena merasa takut.
“ apa yang kau lakukan dengan sehun tadi di taman ha ? Apa kau sedang mencoba membuatku marah ? Apa kau sudah bosan untuk hidup ? Ohh atau mungkin kau mau melihat pemakaman yang bertuliskan oh sehun ?! “ kemarahan chanyeol sudah memuncak .
“ aku… Akuu.. Ha.. Nya .. “
“ ah sudahlah kau tidak perlu mengatakan apapun padaku. Kali ini kau tidak akan kumaafkan im yoona ! “ chanyeol membanting pintu kamar yoona dan pergi keluar dari kamar yoona . Yoona hanya bisa menangis di sudat kamarnya , dia sangat takut kalau chanyeol mencelakai sehun yang sekarang sudah menjadi kekasihnya setelah kejadian di taman itu sehun menyatakan perasaannya dan yoona menerimanya.
.
.
.
.
“ im yoona kau sangat menyakiti hatiku . Aku sangat marah padamu! “ chanyeol mabuk berat di club malam itu , setiap chanyeol marah pada yoona chanyeol selalu pergi ke tempat itu . Semua orang di tempat itu sangat mengenal park chanyeol, tidak ada yang berani pada chanyeol karena semua orang tau kalau chanyeol adalah anak dari orang terkaya ketiga di korea. Namun tidak ada yang tau bagaimana chanyeol, yang tau chanyeol seutuhnya hanyalah yoona .

“ hai chanyeol, apa kau butuh teman sekarang aku akan menemanimu “ seorang wanita cantik dan sexy datang menghampiri chanyeol dan duduk di kursi tepat di samping chanyeol
“ apakah kau bisa berubah seperti yoona boneka mainanku itu ? “ chanyeol menempelkan gelas minumannya ke wajah wanita itu.
Wanita itu menyingkirkan gelas chanyeol dari wajahnya “ kenapa harus yoona. Dia kan adikmu”
“ yoona ? adikku ? yoona adikku ? benarkah ? “ chanyeol meneguk wine yang ada di dalam gelasnya sedikit demi sedikit.
“ aku baru tau kau sangat terlihat aneh jika kau sedang mabuk”
“ jika yoona adikku , berarti aku mencintai adikku ? bukankah begitu ? “
“ kau sepertinya sudah mabuk berat. Ayo aku antarkan kau pulang “ wanita itu menarik tangan chanyeol
“ ya! Apa yang kau lakukan padaku, berani sekali kau padaku “
“…”
“ jika aku pulang aku akan bertemu lagi dengannya . dan aku tidak mau jika harus melihat wanita itu menangis di depanku “
“ wanita itu selalu menangis, aku selalu mendengarkan tangisan wanita itu namun aku tidak bisa berbuat apapun . aku tidak bisa menolongnya, wanita itu sungguh menyedihkan. Dan aku selalu membuat hatinya sakit , menurutmu apakah aku pantas disebut pria ha ? apa aku pantas mencintai wanita sebaik dia ? “
“ omonganmu semakin ngelantur chanyeol, kau sangat banyak minum dan membuat otakmu tidak berjaan normal”
“ dan sekarang aku bingung harus berbuat apa karena dia sedang menjalin hubungan dengan pria lain . aku sangat marah, aku tidak suka jika dia dekat dengan pria lain. “
“ sudah hentikan!”
.
.
.
.
.
“ yoona, chanyeol sangat banyak meminum alcohol jadi aku mengantarkannya pulang. Hari ini dia sangat aneh. Kau urus saja kakakmu dengan baik “ wanita itu pun memberikan chanyeol kepada yoona yang sedari tadi dipapahnya.
“ terima kasih . siapa namamu ? aku akan mengatakan padanya besok jika dia sudah sadar “
“ yuri, namaku kwon yuri . kita satu kampus kok aku sering melihatmu dengan chanyeol . yasudah aku pergi dulu “ yuri pun pergi meninggalkan chanyeol pada yoona.
Yoona pun membawa chanyeol ke dalam kamar chanyeol . saat yoona ingin menidurkan chanyeol di tempat tidur tiba-tiba chanyeol menarik tangannya sehingga badan yoona jatuh di pelukan chanyeol .
“ apa aku sangat menyakitimu im yoona ? “ kata chanyeol dengan lirih di telinga yoona
“ apa yang kau katakan ? lepaskan aku park “ yoona berusaha melepaskan pelukan chanyeol namun sia-sia chanyeol sangat erat memeluk badannya.
“ apa kau sangat membenciku ? ah tidak seharusnya aku bertanya apakah kau sangat ingin membenuhku im yoona ? karna aku tau kau pasti sangat membenciku”
“ apa yang kau lakukan park. Lepaskan aku”
“ tolong jangan tinggalkan aku im yoona. Aku sangat memcintaimu. Aku tidak bisa jauh darimu . aku mohon “ di sela-sela perkataannya sangat terdengar jelas oleh yoona kalau chanyeol sedang menangis.
“ apa kau tau omonganmu tidak berarajh sekarang. Tolong lepaskan aku”
“ aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku mohon percayalah padaku . aku tidak akan menyakitimu “
“ sadarlah aku adalah saudaramu!”
“ kau bukan saudaraku ! “
“ chanyeol .. “
Yoona lengah , yoona kelelahan untuk lepas dari pelukan chanyeol . akhirnya dia pun menyerah . yoona hanya terdiam dia dalam pelukan chanyeol.
.
.
.
.
Sinar matahari masuk ke dalam kamar chanyeol dan membangunkan yoona. Saat yoona terbangun betapa terkejutnya dia ketika mendapati tubuhnya mulus tanpa sehelai pakaian melekat di tubuhnya. Ia pun menutup tubuhnya dengan selimut tebal di ranjang chanyeol dan dilihatnyalah chanyeol pun dalam keadaan yang sama dengannya .yoona pun langsung menangis terisak sambil memungut pakaian-pakaiannya yang betebaran di atas lantai kamar chanyeol lalu pergi dari kamar chanyeol .

Yoona masuk ke dalam bathub kamar mandinya dan menghidupkan shower sehingga membasahi seluruh badannya . yoona merasa sangat kotor sekarang, perawannya telah diambil dan yang lebih menyakitkan lagi kalau perawannya telah diambil oleh kakaknya sendiri .

Flashback
Saat yoona kelelahan yoona pun tertidur di dalam pelukan chanyeol . chanyeol pun mengangkat yoona sehingga yoona tertidur di samping chanyeol namun setan apa yang merasuki chanyeol dengan gilanya chanyeol meniduri yoona dan membuka semua pakaian yoona sehingga tak sehelaipun menempel pada badan yoona . dan tidak tau bagaimana yoona yang saat itu tidak terbangun namun gerakan badannya seperti merespon atas perlakuan chanyeol padanya . dan mereka pun bercinta diatas ranjang king size milik chanyeol.
Flashback end
.
.
.
Di atas atap kampus yoona berdiri dan melihat ke bawah . semua orang terlihat seperti semut di matanya . yoona sangat senang jika berada di sini karena ketika dia berada di atas atap dia akan merasa besar dari semua orang .
“ aku sudah putuskan semuanya , aku tak akan pernah bahagia . aku tak sanggup lagi menghadapi semuanya “ air mata yoona tak henti-hentinya mengaliri pipinya yang putih dan lembut .
“Yoonaaaa!!” sehun berteriak dari balik pintu atap itu .
“ apa yang kau lakukan ? “
“ kau jangan mendekat, jika kau mendekat aku akan loncat sekarang juga “
“ yoona sadarlah! Kita bisa bicarakan baik-baik”
“ kau tidak tau apa-apa sehun. Kau tidak akan mengerti!” air mata yoona tak henti-hentinya berhenti .
“ aku mohon padamu yoona . tolong dengarkan aku sekali ini saja “
Yoona pun semakin mundur hingga akhirnya dia berada di ujung atap itu dan sebentar lagi akan terjatuh. Karena lengah yoona pun terjatuh dari atap dengan sangat cepat sehun menarik tangan yoona dari ujung atap
“ bertahanlah! Aku akan menarikmu “
“ tidak, lepaskan aku sehun”
“tidak yoona aku sangat mencintaimu, aku tidak akan melepaskanmu .” dengan sekuat tenaga sehun menarik yoona hingga ia berhasil menarik yoona ke atas atap . sehun pun langsung memeluk yoona dengan sangat erat .
“apa yang kau lakukan bodoh! Apa otakmu sudah berhenti bekerja ha ? “ sehun menangis terisak di pelukan yoona
“ aku tidak sanggup lagi. Aku tidak tahan lagi “ yoona pun ikut menangis di pelukan sehun .
“ apa kau tidak ingat dengan kata-kataku ? aku akan selalu ada untukmu . aku tidak akan meninggalkanmu . aku sangat mencintaimu . “
“ maafkan aku sehun “
.
.
.
.
Yoona mengobati lengan sehun yang luka-luka karena gesekan dengan lantai atap yang kasar . “ maafkan aku “ yoona menunduk dan menagis kembali
Sehun pun mengangkat wajah yoona sehingga ia bisa melihat wajah kekasihnya itu “ kau tidak salah sayang . aku tidak akan pernah meninggalkanmu . sekarang kau adalah prioritas utamaku . aku akan selalu ada di sampingmu . kau mengerti kan ? “
Yoona hanya mengangguk pada sehun, sehunpun mencium bibir yoona dengan lembut lalu kembali memeluk wanitanya itu .
Ternyata dari jauh chanyeol menyaksikan semuanya . dan chanyeol lah yang menghubungi sehun agar pergi ke atas atap . karena chanyeol tau jika dalam keadaan seperti ini pikiran yoona tidak akan jernih dan akan berpikir untuk bunuh diri dan firasatnya benar . untunglah sehun tidak terlambat untuk menolong yoona . chanyeol menangis dalam diam , hatinya sangat sakit menyaksikan semuan ini .
Chanyeol pun pergi meninggalkan yooona dan juga sehun .
.
.
.
” sayang apa kau sakit ? ibu lihat akhir-akhir ini kau tidak bersemangat . apa ada sesuatu yang terjadi denganmu ? ”
” tidak bu, aku hanya tidak mood saja melakukan apapun. aku baik-baik saja bu ”
” baiklah kalau begitu, jika kau butuh sesuatu katakan pada ibu ya . yasudah ibu pergi dulu, istirahatlah sayang ” setelah mengelus kepala chanyeol lalu wanita itu pun beranjak dari tempat tidur chanyeol dan pergi keluar kamar chanyeol . saat ingin menutup pintu tiba-tiba chanyeol memanggilnya kembali. “ibu”
“ya sayang ?”
“ibu apa ibu tau latar belakang keluarga yoona ? ”
beberapa saat ibunya hanya diam membisu ” ada apa ? kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu pada ibu ? ”
” aku hanya ingin tau saja. apa ibu tau siapa orang tua kandung yoona ? ”
” ibu tidak tau sayang ”
” benarkah bu ? ”
” iya benar ”
.
.
.
.
huekk.. huekkk..
setelah merasakan mual yoona pun langsung berlari ke kamar mandi dan meninggalkan ayah, ibu dan chanyeol di meja makan
beberapa menit kemudian yoona pun kembali ke meja makan.
” wajahmu sangat pucat . apa kau sakit ? ” chanyeol memegang dahi yoona dan terasa hangat di telapak tangannya .
” aku tidak apa-apa , aku baik-baik saja ” yoona pun menghempaskan tangan chanyeol yang berada di dahinya dengan perlahan.
” wajahmu sangat pucat, selesai makan pergilah ke apotik untuk membeli obat untukmu. aku tidak suka kau merepotkan keluarga ini ” kata ibunya dengan ketus
” baik bu ”
” ibu kenapa bicara seperti itu pada yoona, dia sedang sakit bu. seharusnya ibu kasihan padanya, jika ibu keberatan merawatnya biar aku saja yang merawatnya ”
” biar aku saja yang akan membelikan obat untukmu nanti, kau istirahat saja. ”
” tidak… ”
” sudahlah, biarkan aku berbuat baik sekali saja denganmu ”
” ayo habiskan makanmu dan langsung masuklah ke kamarmu ”
ayah dan ibunya sangat heran dengan perlakuan chanyeol, sebelumnya ia sama sekali tidak pernah mempedulikan yoona.
selesai makan chanyeol langsung membawa yoona ke kamarnya .
” istirahatlah, aku akan membelikan obat untukmu ”
lalu chanyeol meninggalkan yoona di kamarnya . 30 menit kemudian chanyeol kembali ke kamar yoona dan memberikan yoona obat untuk diminum yoona .
setelah yoona memakan obatnya chanyeol pun keluar dari kamar yoona .
” apa yang sedang kau lakukan ? ”
mendengar itu chanyeol pun berhenti dan berbalik melihat yoona ” apa maksudmu ? ”
” seharusnya aku yang menanyakan itu padamu . apa maksudmu melakukan semua ini untukku ? apa yang kau inginkan dariku ? ” air mata yoona pun terjatuh membasahi pipinya .
” aku tidak menginginkan apapun darimu. aku hanya ingin menebus semua kesalahanku padamu ” setelah mengatakan itu chanyeol pun pergi meninggalkan yoona
” berhentilah”
” apa maksudmu ? ” namun chanyeol tidak berbalik untuk memandang yoona .
” berhentilah. semakin kau berbuat baik denganku semakin aku sangat takut denganmu. aku mohon berhentilah”
sangat terdengar jelas di telinga chanyeol suara tangisan yoona , namun chanyeol tidak memiliki banyak keberanian untuk menghapus air mata itu . ia tidak sanggup untuk melihat wanita yang ia cintai menangis di depannya terlebih lagi ia sendirilah yang membuat yoona menangis.
tanpa menjawab perkataan yoona chanyeol pun pergi meninggalkan yoona . chanyeol masuk ke dalam kamarnya dan menangis tanpa suara di dalam kamarnya. ia merasa sangat bersalah kepada yoona.
.
.
.
hari demi hari berlalu dan chanyeol selalu berbuat baik kepada yoona.
huekk.. huekk
lagi- lagi yoona merasakan mual saat ia berada di sebuah restoran bersama sehun .
yoona pun langsung berlari ke toilet restoran itu.
saat yoona kembali terlihat wajah sehun sangat khawatir ” apa kau sakit ? ”
yoona hanya menggeleng dan tersenyum pada sehun.
” apa kau mau aku temani ke dokter besok ? wajahmu sangat pucat sayang ”
” tidak sehun, aku baik-baik saja aku hanya perlu beristirahat saja. percaya padaku ” yoona hanya menggenggam tangan sehun dengan lembut dan memberikan senyum manisnya pada pria itu.
.
.
.
chanyeol masuk ke kamar yoona dan duduk di ranjang yoona tempat wanita itu tertidur ” tuhan akan selalu melindungimu im yoona. mungkin aku tidak tau bagaimana rasa sakit yang kau alami selama ini, aku hanya pria bodoh yang tidak tau bagaimana cara mencintai seorang wanita baik sepertimu. aku tau ini salah, aku tau tidak seharusnya aku mencintai saudaraku sendiri. maafkan aku yoona, aku hanya bisa melindungimu saja saat ini. aku mencintaimu, bertahanlah ” dan setetes air matapun jatuh di atas wajah yoona. setelah memandang wajah yoona yang sendu chanyeol pun pergi keluar dari kamar yoona . saat terdengar pintu kamar sudah tertutup yoona pun membuka matanya, yoona sadar sedari tadi yoona mendengarkan semua kata-kata chanyeol dan merasakan air mata chanyeol yang jatuh di wajahnya . seketika yoona pun menangis tanpa mengeluarkan suaranya .
” wajahmu kenapa selalu pucat yoona ? sepertinya kau harus periksa ke dokter . hari ini aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit ya ”
” tidak … ”
” apa kau menolak kebaikan anakku im yoona ? ” kata ibu chanyeol dingin
” bukan begitu bu, aku hanya.. ”
” sudahlah, kau ikut saja dengan chanyeol ke dokter nanti ”
” baiklah bu ”
.
.
.
saat dokter memeriksa yoona di ruangan tertutup wajah yoona sangat ketakutan , saat dokter selesai memeriksa yoona dan hendak keluar dari ruangan itu yoona memegang tangan dokter itu .
” dok apa yang terjadi dengan saya ? tolong katakan pada saya dok ”
” kita bicarakan di luar saja yoona , agar kakakmu juga tau kondisimu ”
” tidak dok, aku mohon kau katakan padaku saja. aku mohon dokter kim ” yoona terlihat sangat menyedihkan dan mengeluarkan air matanya sehingga membuat dokter kim terenyuh.
dokter kim pun memegang pipi yoona dan menatap mata yoona dengan lekat ” kau sedang hamil yoona, umur kandunganmu sudah memasuki minggu ke 3 sekarang ”
” tidak, tidak mungkin dok . aku tidak mau hamil ” yoona memukul-mukul perutnya yang masih datar itu sambil menangis terisak
dokter kim pun menarik tangan yoona agar berhenti menyakiti dirinya dan juga calon bayinya nanti ” yoona sadarlah, kau tidak seharusnya berbuat seperti ini. bagaimanapun juga dia itu anakmu, dia darah dagingmu yoona ” dokter kim pun memeluk tubuh yoona yang sangat lemah itu.
beberapa saat tidak terdengar suara apapun di ruangan itu hingga akhirnya yoona mengeluarkan suaranya ” dok aku mohon jangan beritahu chanyeol tentang ini, aku mohon padamu . cukup kau dan aku saja yang tau . bisakah kau berjanji padaku ? ”
” tapi yoona.. ”
” aku mohon padamu dokter kim ”
.
.
.
” bagaimana keadaan yoona dok ? ”
dokter kim terdiam dan hanya memandang wajah yoona dengan raut yang kasihan ” yoona hanya kecapean saja chanyeol, dia terlalu banyak pikiran sehingga membuat badannya drop ”
chanyeol hanya memandang wajah yoona dengan sedih beberapa saat dan kembali menatap dokter kim ” baiklah dok, terima kasih ”
chanyeol dan juga yoona pun pergi meninggalkan ruangan dokter kim dan saat yoona hendak mengikuti chanyeol yang sudah ada di depannya beberapa langkah dokter kim menarik tangan yoona dan berbisik ” jagalah anakmu dengan baik yoona, kau harus ingat dia tidak tau apa-apa. jangan pernah kau menyesal jika kau menyakitinya ”
mata yoona berkaca-kaca dan pergi mengikuti chanyeol kembali .
” kau harus jaga kesehatanmu yoona, kau dengarkan kata dokter kim tadi ” kata chanyeol yang menyetir mobilnya .
” iya aku tau ”
setelah itu tak terdengar suara apapun di dalam mobil itu , hanya kesunyian yang ada.
saat di perjalanan pulang tiba-tiba yoona melihat panti asuhan tempat dia berada dulu lalu yoona meminta chanyeol berhenti dan menurunkannya di tempat itu .
” untuk apa kau kesana ? ”
” aku hanya ingin berkunjung, aku rindu dengan tempat itu . kau pulang saja duluan nanti aku pulang naik taxi ” yoona pun keluar dari dalam mobil chanyeol dan masuk ke dalam panti asuhan itu .
saat yoona berjalan di sepanjang koridor panti itu yoona merasa banyak yang berubah di tempat itu, lalu yoona pun berjalan menuju ruang kepala panti asuhan itu
tok .. tokk
” permisi ”
beberapa saat kemudian pintu pun terbuka dan seorang wanita tua keluar dari dalam ruangan itu .
” ibu.. apa kau masih mengingatku ? ” yoona tersenyum pada wanita tua itu
” yoona, apa kabar sayang ? ” wanita itu langsung memeluk erat yoona
” ayo masuk, aku sangat merindukanmu sayang ”
yoona pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
” ibu apa kabarmu ? kau baik-baik saja kan ? ”
” aku baik-baik saja , kau bagaimana ? kau bahagiakan dengan keluarga barumu ? ”
yoona hanya terdiam sesaat ” ya mungkin aku bahagia ”
” oh iya bu aku ingin menanyakan sesuatu padamu ”
” apa ? tanyakanlah sayang ”
yoona pun mengeluarkan selembar foto yang telah usang dari dalam tas kecilnya dan memberikannya pada ibu asuh panti itu ” apa ibu tau siapa yang difoto ini ? ”
ibu asuh hanya terdiam memandang foto itu ” apa kau merindukan orangtuamu ? ”
” ya bu, aku sangat merindukannya. aku hanya ingin tau siapa orangtua kandungku yang sebenarnya ” yoona meneteskan air matanya
melihat yoona menangis hati ibu asuh juga terasa sakit, ia sangat kasihan pada yoona . ibu asuh itu pun bangun dari duduknya dan pergi ke lemari yang ada di ruangan itu dan mengambil sebuah kotak kecil berwarna coklat.
” ini ambillah yoona , semoga ini bisa membantumu untuk menemukan siapa orang tuamu . karna hanya ini yang ditinggalkan saat kau ditinggalkan di panti ini ”
yoona pun mengambil kotak itu dan perlahan-lahan membukanya dan betapa terkejutnya yoona melihat isi kotak itu . yoona langsung menutup mulutnya untuk menahan tangisannya .
.
.
.
yoona memeluk erat sebuah baju yang sedang dia pegang , dia mencium dan mengelus baju itu seakan-akan baju itu adalah seorang manusia.
dia menangis sejadi-jadinya , ini adalah kali pertamanya yoona merasakan sesak di dadanya .
” akhirnya aku menemukanmu bu, aku telah menemukanmu . tapi aku tau kau tidak akan menerimaku kembali. aku tau kau sangat membenciku. aku janji aku tidak akan mengganggu kebahagiaanmu, aku berjanji bu . aku akan pergi jauh darimu, aku tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi”

END

comment and like if you like this story 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Pynlike

  1. Kira kira judulnya artinya apa y? Tenang thor aku gk bingung kok sama ceritanya, suka, kasihan gmna nasib sehun, rada jengkel sama sikap yeol, tpi suka. Sequelnua udah jdi thor?

    Like

Give me your feedback ♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s