My Story Book : Love Of Psycho Boys [chapter 3]


lopb

previous story : chapter 1 || chapter 2

Title : My Story Book : Love Of Psycho Boys [chapter 3] || Author : Baby Think Girl || stars : snsd yoona – big bang G Dragon – exo sehun || cast on seri : 2pm nichkhun – snsd tiffany – 2ne1 CL || Genre : romance – horror – gore – mystery || Rating : G || Length : chapter
jangan lupa R.C.L (read. coment.like)

“Mulai hari ini aku dan juga sehun akan menginap di rumahmu. Bukankah kau bilang bahwa orang tuamu sedang berada di luar kota untuk beberapa bulan kedepankan ?” kata jiyong
“iya” jawabku
“nanti aku akan permisi kepada eomma agar aku diizinkan untuk menginap disini bersama kau dan juga sehun.” “baiklah kalau begitu.” Kata sehun
“ayo kita mulai menyusun sebuah rencana untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi” “aku punya ide tapi mungkin ini terasa konyol. Apa kalian mau mendengarkan ?” kata sehun
“apa idemu ?” tanyaku
“bagaimana jika kau mulai mendekati nichkhun ?”
“apa kau gila ?” bentakku menolak usul sehun
“tunggu dulu. Kau mendekatinya hanya untuk mengetahui bagaimana kehidupan dan kepribadiannya yang sebenarnya. Jika kita berdiam saja seperti ini mungkin saja kau akan terus menerus mendapat terror dari hantu itu”
“benar juga yang dikatakan sehun. Sepertinya kau harus mendekati nichkhun. Karena jika kita juga hanya menebak-nebak saja kita akan susah mendapatkan kejelasan yang sebenarnya yoona” kata jiyong membenarkan usul sehun.
“tapi bagaimana mungkin aku mendekatinya. Aku sama sekali tidak mengenal dia. Bagaimana jika buku itu benar bahwa lelaki itu memang seorang lelaki yang jahat”
“ setiap kau bersama nichkhun aku dan sehun akan selalu ada di sekitarmu. Kau tidak perlu takut. Kami akan selalu mengikutimu dan juga nichkhun” kata jiyong memegang bahuku.

(OoooO)
“Cappuccino 1” ucapku kepada pelayan di meja pemesanan
“heii kau . kita bertemu lagi” kata nichkhun padaku yang sedari tadi berada di sampingku menunggu pesanannya datang
“eh oppa . kebetulan sekali kita bertemu disini” jawabku basa-basi . ya aku menyetujui usul kedua sahabatku untuk mulai mendekati nichkhun. Diam-diam kami mencari tahu semua kebiasaan nichkhun.
“oppa ? haha baru pertama kalinya aku mendengarkan kau memanggil aku dengan sebutan oppa “ dia terkekeh
“hmm baiklah aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan oppa lagi” aku memanyunkan bibirku kepadanya.
“tidak-tidak. Bukan begitu maksudku. Dasar kau anak kecil” dia mengacak-acak rambutku sambil tertawa. Tak lama kemudian pesananku dan pesanannya pun datang. Kami berdua duduk di meja yang sama dekat dengan jendela café itu.
“oh iya oppa kau belum tau namaku bukan ? kenalkan namuku….” Belum selesai aku menyelesaikan ucapanku dia mengatakan
“yoona”
“hah ? kenapa kau bisa tau namaku ? aku belum pernah mengatakannya kepadamu.” Lalu dia menunjuk bed nama yang tergantung di jas sekolah yang aku pakai sekarang
“hmm aku kira kau mencari tahu tentang aku. Huftttt” aku mendengus seperti anak kecil di depannya.
“hahaha kau lucu sekali. Saat aku SMA dulu aku tidak pernah bertemu wanita sepertimu” dia tertawa dan menarik pelan hidungku.
“ya oppa appo” kataku dan lagi-lagi memanyunkan bibirku seperti anak kecil di depannya. Dia hanya tersenyum melihat tingkah anak kecilku.
“kau sendiri apa kau tau namaku ?”
“tidak” jawabku singkat yang masih memegangi hidungku yang tadi ditariknya
“nichkhun. Nichkhun oppa . panggil aku nichkhun oppa” katanya tersenyum
“baiklah. Nichkhun oppaaaaaa” kataku mendekatkan wajahku sejajar dengan wajahnya. Saat aku sedang berbincang-bincang dengannya tiba-tiba sms masuk ke hp ku. Aku membukanya.
“ayo sekarang kau pergi. Bilang padanya kau punya urusan penting yang harus kau lakukan sekarang” begitulah isi sms yang dikirimkan jiyong padaku.
“ya ampun aku lupa. Oppa maaf aku harus pergi sekarang. Aku lupa aku harus menemui wali kelasku hari ini. Oppa aku pergi dulu ya . byee” aku bergegas pergi meninggalkannya. Namun dia menarik tanganku.
“tunggu dulu. Aku minta nomor hp mu. Tapi hp ku sedang lowbat“ aku mengambil pulpen dari dalam tas ku dan menarik tangannya. Aku menuliskan nomor hp ku di telapak tangannya dan membuat sebuah bentuk hati dan sebuah gambar kepala menjulurkan lidah keluar di samping nomorku.
“byee .. byee oppa” aku melambaikan tanganku dan pergi meninggalkan dia. Sangat jelas terlihatku kalau dia tersenyum saat dia melihat telapak tangannya.

(OoooO)
“Kerjamu hari ini beres yoona . hari ini kita tidak mendapat masalah sedikitpun” kata sehun
“tapi apa dia tidak ada menelfon atau mengirimkanmu sms ?” Tanya jiyong
“oh iya aku lupa . hp ku aku buat di tas dan aku membuat mode silent. Tunggu aku lihat sebentar” aku pergi ke kamarku dan mengambil hp di dalam tas ku
“ini aku mendapatkan sms darinya. Hmm sangat banyak” kataku menghampiri sehun dan jiyong yang duduk di sofa
“apa yang dia katakan ?” Tanya sehun
“heii kamu ! ; heii anak kecil ; apa kau sudah selesai bertemu dengan walimu ? ; apa kau sibuk ? baiklah aku tidak akan mengganggumu lagi . tapi jika kau sudah memiliki waktu senggang kirim aku sms oke ? “ aku membacakan semua sms yang dikirim oleh nichkhun.
“sepertinya pendekatanmu dengan nichkhun tidak akan terlalu susah. Sepertinya dia juga tertarik padamu” kata sehun
“baguslah kalau begitu. Sekarang balas saja smsnya . yang penting kau harus membuat dia sangat tertarik padamu. Dengan begitu kita akan lebih mudah mencari tau kebenarannya. Hari demi hari kedekatanku dan nichkhun semakin dekat . hingga pada suatu hari aku memberanikan diri untuk menanyakan tentang tiffani padanya.
“oppa “ kataku memandangnya yang sedang membaca Koran di sofa rumahnya
“iya ?” dia pun berhenti membaca Koran itu dan berbalik menatapku.
“aku ingin bertanya sesuatu padamu. Boleh tidak ?”
“boleh. tanyakan saja.”
“tadi aku tidak sengaja masuk ke dalam kamarmu. Aku melihat foto seorang gadis bersamamu. Apa dia kekasihmu ? apa dia tidak marah padaku aku datang ke rumahmu seperti ini ?” aku mendekatkan diriku di sampingnya dan menatap matanya. Lalu dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke balkon tak jauh dari tempat dudukku. Di menyandarkan kedua tangannya di pagar balkon tersebut.
“ya dia adalah kekasihku. Tapi itu dulu saat dia masih hidup bersama denganku. Namun sekarang dia telah pergi jauh meninggalkan aku.” Aku mendekatinya dan berdiri di sampingnya. “apa kau benar-benar mencintainya ?”
“ya aku sangat mencintainya. Bagaimanapun kesalahannya padaku aku tetap mencintainya dengan tulus” dia menatapku. Jujur aku katakan tidak ada terlihat kebohongan di matanya. Yang bisa aku lihat dia sangat tulus mencintai tiffani.
“kau membuat aku mengingatnya kembali” dia menghapus air matanya dan membuat senyum kecil di bibirnya.
“maaf aku tidak bermaksud..”
“tidak apa-apa.” Nichkhun tersenyum padaku.
“kalau boleh aku tahu , kesalahan apa yang dilakukan wanita itu padamu ? dan kenapa kau masih mau bertahan ?”
“dia hamil. Dia dihamili oleh selingkuhannya sendiri. Namun selingkuhannya tidak mau bertanggung jawab. Karena aku mencintainya aku rela menikahinya namun dia menolakku , dia mengatakan bahwa dia tidak mencintai aku. Dia mencintai pria lain. “
“kau benar-benar lelaki yang baik :)” aku tersenyum padanya “tidak. Aku tidak sebaik yang kau pikirkan. “ dia tertawa dan masuk kembali ke dalam rumah dan duduk kembali di sofa
“kenapa kau berkata seperti itu ?” “Suatu hari nanti kau pasti tau” dia hanya tersenyum
“maksudmu ?” tanyaku terheran
“larilah sekencang mungkin dariku yoona, Selagi aku masih terdiam. Karena jika aku telah mendapatkanmu di tanganku aku tidak akan melepaskanmu. pergilah sekarang juga” nichkhun menatapku. karena mendengar perkataan nichkhun aku pun keluar dari rumahnya. Aku menemui sehun dan jiyong yang sedari tadi menunggu aku.

(OoooO)
“ada apa ? apa yang terjadi tadi ?” Tanya jiyong saat kami sampai di rumahku
“apa kau tahu tadi nichkhun mengatakan padaku dia tidak sebaik yang aku pikirkan. Aku harus berlari jauh dari dia karena jika dia mendapatkan aku dia tidak akan pernah melepaskan aku.”
“berarti benar dia memang bukan lelaki baik-baik” kata sehun
“tidak. Aku yakin ada sesuatu yang tidak kita ketahui.”
“apa maksudmu ?” Tanya jiyong
“aku melihat sendiri saat dia menceritakan tentang cintanya kepada tiffani dia itu sangat tulus. Dan saat dia mengatakan aku harus lari jauh darinya terlihat ada ketakutan di matanya. Aku sangat yakin ada sesuatu yang tidak kita ketahui.”
“jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya jiyong Aku berpikir sejenak
“kita harus mencari selingkuhan tiffani. Mungkin saja ada sesuatu yang bisa kita dapat jika kita menemuinya”
“ya kita harus menemuinya” kataku.
“bagaimana caranya kita mengetahui siapa lelaki itu ?” Tanya sehun
“buku… mana buku coklat itu ? “ tanyaku mencari-cari buku itu
“ini” jiyong memberikan buku coklat itu padaku. Akupun membuka lembar demi lembar buku itu untuk mencari info tentang lelaki itu namun tidak ada sedikit info yang bisa aku dapatkan. Aku merasa putus asa. Otakku kembali berputar untuk mencari tau bagaimana aku bisa menemukan cara agar aku bisa menemukan lelaki itu.

(OoooO)
Aku memberanikan diri untuk datang kembali ke rumah nichkhun. Ya aku mengambil cara yang cukup berbahaya. Awalnya sehun dan jiyong melarang aku agar aku tidak datang kembali ke rumah itu. Namun aku harus melakukannya . karena hanya dengan cara itu saja aku bisa mendapatkan info tentang lelaki itu. Aku berharap di rumah nichkhun aku bisa mendapatkan sedikit info tentang pria selingkuhan tiffani. Aku datang kerumah nichkhun pada jam 09.45 karena pada jam-jam itu nichkhun sedang pergi ke kantornya. Aku mengendap-endap memasuki rumahnya. Ku tekan password rumahnya. Ya aku tau password rumah nichkhun. Nichkhun sendirilah yang memberikannya padaku. Aku berharap password itu belum diganti. Saat aku memasukan passwordnya terdengar suara Tettttt.. password accepted Lalu pintu itupun terbuka . aku memasuki rumah nichkhun. Aku berjalan pelan dan sangat berhati-hati . aku langsung masuk ke dalam kamar nichkhun. Aku membongkar semua lemari yang ada di kamar itu. Namun nihil aku tidak mendapatkan info sedikitpun tentang pria itu. Namun aku tidak putus asa. Aku keluar dari kamar nichkhun dan pergi ke ruang kerjanya. Aku membongkar semua tempat yang ada di ruangan itu hingga akhirnya aku mendapatkan sebuah foto seorang pria. Foto itu sudah terkikis-kikis sehingga wajah pada foto itu hampir tidak kelihatan . aku melanjutkan mencari di ruangan itu namun yang aku dapatkan hanya alamat rumah tiffani. Aku pun menyimpan alamat dan foto itu ke dalam sakuku saat aku hendak melanjutkan pencarianku tiba-tiba terdengar suara langkahan kaki. Dan aku sangat tahu kalau itu adalah suara langkahan kaki nichkhun dengan cepat aku bersembunyi di balik lemari besar di ruangan itu. Aku menekuk kedua kakiku berharap nichkhun tidak dapat melihatku. Pintu ruangan itupun terbuka. Aku bisa melihat dengan jelas nichkhun memasuki ruangan ini . kepalanya bergerak ke kanan dan kiri untuk melihat sekelilingnya. Keringatku mulai bercucuran di dahi dan juga leherku . air mataku keluar karena merasa sangat takut dengan kondisiku saat ini.
“apa yang sedang kau lakukan disini” aku dikejutkan oleh nichkhun. Dia bisa menemukan aku . dia menarik tanganku dengan kasar. Dia menyeretku ke gudang rumahnya. Dia mendudukan aku di kursi dan mengikat tangan serta kakiku.
“apa yang sebenarnya terjadi ?” “bukankah sudah aku katakan padamu untuk berlari jauh dariku ?” kata nichkhun di depan wajahku
“apa kau sedang mencari sesuatu di rumah ini ? apa yang sedang kau cari ? apa yang ingin kau tau ?” dia menyentuh wajahku dengan jarinya
“kau sungguh menarik yoona. Aku sangat tertarik dengan keberanianmu” Tiba-tiba telfonnya berbunyi.
“baiklah aku akan kesana sekarang” ucapnya melalui hp nya
“kau jangan kemana-mana. Kau tunggu aku sampai pulang” dia mengelus kepalaku dan pergi meninggalkan aku . Aku mencoba melepaskan ikatan itu namun aku tidak bisa. Akhirnya aku menyerah.

(OoooO)
~~~~~~~~~~ TBC~~~~~~~~~~

terima kasih udah mau meluangkan waktunya untuk membaca ff buatan aku 🙂 jika ingin berkomentar silahkan berkomentar di kolom komentar 🙂 gomawo ^^

6 thoughts on “My Story Book : Love Of Psycho Boys [chapter 3]

  1. Huaa blum terungkap jg mysteri nya.
    Aku msh bingung n penasaran nih. It Yoona npa gak ngajak para sahabtnya jg utk msuk k.rmh Nikhun? Klu udah kyak gni, situasi jd mencekam.
    Ok, d.tnggu kelnjtanx.
    Fighting!
    Keep writting thor!

    Like

Give me your feedback ♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s