Dad, i’m your daughter [chapter 3]


dad i'm d cover 2previous story : prolog || chapter 1 || chapter 2
next story : chapter 4 [ending]

Tittle : Dad, i’m your daughter [chapter 3] || Maincast : Yoona, choi seung hyun, sehun || Genre : torture, life, sad, brokenhome || Length : chapter || Rating : NC 17+

author note : ini fanfic tidak disarankan untuk dibaca oleh readers yang belum umur 17 tahun .. so kalau mau baca ff ini difikirin baik-baik . but if your thinking is more mature than your age I would not forbid.

happy reading^^

Yoona POV

Ini lebih buruk dari yang terburuk . aku hamil .. bagaimana mungkin aku bisa mengandung anak dari appa ku sendiri.. jika anak ini terlahir ke dunia ini panggilan apa yang akan ia sematkan kepadaku ? eomma atau eonni/noona ?

Aku menyandarkan punggungku di kusi di atas balkon rumah sakit ini . memejamkan mataku dan merasakan desiran angin yang menyentuh wajahku dengan lembut. Aku merasa sedikit tenang berada di sini . jauh dari siksaan, caci maki, pukulan dan terlebih lagi jauh dari serigala berbulu domba yang sangat menakutkan yaitu appa ku sendiri choi seung hyun.

Aku mulai tersadar dan lambat laun berjalan ke ujung balkon rumah sakit ini. Saat mataku melihat ke bawah sungguh aku merasa sangat berkuasa sekarang. Semua bangunan percakar langit, rumah mewah dan megah, mobil ataupun bus dan bahkan semua orang sangat kecil terlihat oleh mataku. Jika dibayangkan aku bisa dengan mudah menginjak dan menghancurkan mereka dari atas sini. Tapi kenyataan yang sebenarnya akulah yang kecil di mata mereka. Jika mereka menginginkannya mereka bisa dengan mudah menghancurkan aku dan melenyapkan aku dari muka bumi ini. Dan aku juga menginginkan mereka melakukan itu kepadaku.

Aku ingin mengakhiri hidup ku disini. Sejak aku terlahir ke dunia ini sekalipun aku tidak pernah merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia pada umumnya. Namun tidak tau mengapa aku bisa bertahan sampai saat ini. Namun sekarang mungkin kesabaran yang telah Tuhan berikan kepadaku selama ini sudah mencapai puncaknya. Aku tidak tahan lagi menghadapi semuanya. Sekarang saatnya aku untuk berhenti. Aku memejamkan kedua mataku dan melebarkan ke dua tanganku dan sekarang aku siap . aku siap untuk mengakhiri hidupku yang sangat malang dan melelahkan ini.

“ya yoonaaaa jangan lakukan itu.”sangat jelas terdengar oleh telingaku suara seseorang sedang berteriak menghentikan aksiku. Dan aku sangat mengenal suara itu. Suara itu adalah suara orang yang sangat aku cintai sehun oppa

“ku mohon jangan lakukan itu. Kita bisa menyelesaikan semua ini dengan baik-baik. Aku mohon datanglah padaku sekarang” sehun berjalan perlahan mendekatiku yang seakan-akan memaksaku untuk menuruti semua perkataan yang keluar dari bibirnya.

“jangan mendekat. Jika oppa mendekat sekarang juga aku akan melompat dari atas sini. Jangan mendekattt” badanku berbalik untuk melihat wajahnya dan mengarahkan tangan kananku ke depan yang mengisyaratkan agar dia tidak lebih dekat dengan ku.

Namun sehun oppa tidak mendengarkan perkataanku sedikitpun dia tetap perlahalahan semakin dekat denganku dan mengatakan kata-kata yang sama agar aku tidak melakukan hal yang menurutnya bodoh ini.

Sesekali kepalaku berpaling ke belakang dan melihat ke bawah balkon. Jujur aku katakan seberani-beraninya aku tetap saja aku masih merasa sangat takut untuk terjun ke bawah sana. Bukannya takut badanku akan sangat terasa sakit namun aku takut janin yang ada di perutku akan merasakan benturan yang sangat menyakitkan baginya. Dan aku tidak bisa menyeimbangkan badanku . aku hampir terjatuh dari atas balkon dan dengan sangat cepat ku lihat tangan sehun oppa meraih tanganku dan menarikku ke sisi balkon.

Aku menangis sejadi-jadinya sekuat yang aku bisa. Aku menangisi kehidupanku yang sangat menyedihkan dan memilukan ini. Terasa olehku tangan lembut sehun oppa memegang bahuku dan perlahan-lahan mulai memelukku dengan lembut. Aku merasa kehangatan yang diberikannya kepadaku. Ya benar aku merasa tenang dan nyaman jika tubuhnya menyentuhku. Setidaknya ada seseorang yang bisa membuatku merasa lebih damai hidup di dunia yang sangat kejam ini.

Yoona POV end

~~~~~~~~~~~~

Seung hyun berjalan mondar-mandir di sepanjang koridor rumah sakit. Ia mencari kemana perginya yoona. Sudah hampir 15 menit hingga akhirnya dia sampai di atas balkon rumah sakit dan dilihatnyalah yoona sedang menyandarkan kepalanya di bahu seorang namja yang sangat ia kenal yaitu oh sehun. Seketika kemarahannya memuncak, hatinya merasa sangat sakit melihat pemandangan itu.

Dengan wajah yang murka seung hyun pun pergi dari tempat itu dan meninggalkan yoona bersama sehun berdua.

 ~~~~~~~~~~~~

Sudah seminggu yoona dirawat di rumah sakit dan sekarang saatnya yoona untuk kembali ke neraka yang lama merindukannya yaitu rumahnya sendiri.

Yoona pulang dengan mengendarai mobil mewah milik appanya seung hyun namun sepanjang perjalanan tidak ada terdengar suatu suara apapun yang keluar dari mulut keduanya.

Sesampainya di rumah yoona langsung pergi menuju kamarnya.

 ~~~~~~~~~~~~

Tokkkk.. tokkkk

Terdengar suara ketukan pintu dari pintu kamar yoona.

“buka pintunya, aku ingin berbicara denganmu” ucap seung hyun dengan nada yang tinggi

Lalu yoona pun membukakan pintunya untuk seung hyun.

Seung hyun pun perlahan memasuki kamar yoona.

“sudah cukup lama aku tidak memasuki kamar ini” seung hyun pun duduk di atas ranjang yoona dan melipat kedua kakinya

“apa yang appa inginkan ?”

“kau sungguh anak yang pintar. Daya tangkapmu cukup cepat” seung hyun tersenyum dan menatap kedua mata yoona dengan intens dan seketika senyuman itu hilang dan menampilkan ekspresi wajah yang menakutkan.

“sejak kapan kau menjalin hubungan dengan oh sehun ?”

Yoona sangat terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh seung hyun. Namun ia mencoba untuk tetap tenang

“apa urusannya denganmu ? apakah itu penting bagimu?”

Plakkk..

Sebuah tamparan pun meleset di pipi yoona dan meninggalkan darah segar di sisi bibirnya.

“aku tidak suka kau bersama dengan namja lain.”

“Aku tidak akan menyetujui hubunganmu dengannya”

“appa apa salahnya jika aku bersamanya. Dia mencitaiku, aku juga mencintainya. Apakah itu menjadi masalah besar bagimu hah? Air mata pun menaglir lagi daari mata yoona

“kau hanya milikku. Hanya aku yang bisa memilikimu. Aku akan menyingkirkan semua orang yang berani mengambilmu dariku. Dan jika aku tidak bisa memilikimu orang lain juga tidak akan bisa memilikimu. Kau harus ingat kata-kataku. Kau hanya milikku seorang” seung hyun pun meninggalkan yoona. Seung hyun tidak sanggup untuk melihat air mata yoona.

 ~~~~~~~~~~~~

Seung hyun POV

Benar yang kutakutkan selama ini. Aku sudah mulai mencintai anakku sendiri.

Cinta yang aku berikan kepada yoona sama dengan cinta yang telah kuberikan kepada eommanya. Dan perasaan yang aku rasakan sekarang jauh lebih besar daripada rasa yang ku rasakan dahulu dengan eommanya.

Ya mungkin aku gila. Aku gila mencintai darah dagingku sendiri. Tapi apakah pure ini adalah kesalahanku saja ? “tidak ! ini tidak seutuhnya kesalahanku. Dia jugalah yang membuat aku mencintainya. Tak pernah sekalipun dia mengabaikanku . sejahat-jahatnya aku kepadanya tak pernah ku lihat kebencian ada di matanya. Rasa sayang yang ia berikan kepadaku murni dari hatinya tidak ada sandiwara disana. Dan semua kebaikannya kepadaku membuat hatiku luluh, namun luluh bukan untuk menyayanginya sebagai anak namun menyayanginya sebagaimana seorang pria kepada seorang wanita. Dan sekarang aku mulai menyadarinya bahwa aku telah menyimpan rasa cinta kepada anakku sendiri.

Apakah ini tidak masuk akal bagi kalian ? ya sama. Aku juga merasakan hal yang sama dengan kalian . ini tidak masuk akal . namun ketahuilah ini semua adalah kenyataannya . “ aku mencintai anakku sendiri”

Seung hyun POV end

 ~~~~~~~~~~~~

Kini kandungan yoona sudah memasuki minggu ke 4.

Ueekkkkkk..

Dengan sangat cepat yoona berlari ke kamar mandi.

Dia merasa sangat mual.

Beberapa hari belakangan ini yoona selalu merasakan goncangan di perutnya sehingga membuat dia merasa mual.

Diam-diam seung hyun selalu memperhatikan kondisi yoona. Ia selalu ingin berada di samping yoona jika yoona merasakan mual yang seperti ini, tapi apa dayanya niatnya selalu terhalangi

Oleh rasa bersalahnya kepada yoona.

 ~~~~~~~~~~~~

“chagiya , kau ingin makan apa hari ini ?” ucap sehun yang menampakan senyum manis lyang dimilikinya.

“hmm aku pesan rostereto saja oppa”

“hmm, kenapa akhir-akhir ini kau sangat suka makan makanan ibu hamil dan tempat makan yang kau pilih juga dominan untuk wanita yang sedang mengandung” sehun pun terheran dan mengerutkan jidatnya .

“ tidak oppa, aku hanya ingin merasakannya saja.” Ucap yoona berpaling dari tatapan sehun

“ayo cepat pesanlah makanan untuk kita. Aku sudah sangat lapar” yoona memberikan senyum simpulnya

“ne nyonya Oh” sehun membalas senyum yoona

 ~~~~~~~~~~~~

Saat mereka berdua sedang menikmati makanan yang telah dihidangkan oleh pelayan restoran itu tiba-tiba yoona merasakan mual. Yoona pun pergi ke toilet tanpa permisi kepada sehun.

“yoona apakah kau baik-baik saja ?” sehun menggedor pintu toilet yang dimasuki yoona

“ne oppa aku baik-baik saja. Tunggu sebentar saja” yoona pun keluar dari dalam toilet

“benar kau baik-baik saja ? wajahmu sangat pucat. Ayo kita ke dokter. Aku sangat mengkhawatirkan kondisimu sekarang” sehun menarik tangan yoona keluar

“tidak oppa. Aku baik-baik saja. Aku hanya perlu istirahat saja sebentar di rumah.”

“tidak. Sekali ini kau yang harus dengarkan aku. Wajahmu sangat pucat. Ayo ikut aku ke rumah sakit ne”

Karena tidak bisa menolak. Yoona pun mengikuti kemana sehun pergi.

Hingga akhirnya yoona dibawa ke rumah sakit dan diperiksa oleh seorang dokter.

“bagaimana keadaannya dok ? apakah dia sakit?” Tanya sehun

“tidak tuan Oh . hal ini wajar bagi seorang ibu hamil mengalami mual dan badan terasa sakit sehingga wajahnya tampak pucat.

“apa ? hamil ?” mendengar perkataan dokter sehun pun melebarkan kedua matanya

“ya . apakah kau tidak mengetahuinya ? umur kandungannya hampir menginjak 1 bulan.”

 ~~~~~~~~~~~~

Sehun apartment~~

“mian. Aku tidak mengatakannya padamu. Aku tidak memiliki keberanian mengatakan semua ini kepadamu” ucap yoona memohon kepada sehun

yoona pun bangkit dari tempat duduknya dan duduk bersimpuh di depan sehun yang duduk di sampingnya tadi.

“apakah kau tidak bisa memaafkan aku?” tangan yoona meraih kedua tangan sehun.

“apakah sekarang kau sangat membenci aku ? jika kau yang meminta aku untuk pergi . baiklah aku akan pergi”

Namun belum ada sepatah katapun keluar dari mulut sehun

“lihatlah aku” yoona menghadapkan wajah sehun agar berhadapan dengan wajahnya .

“apakah kau ingin aku pergi?” yoona mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan wajah sehun. Yang kini jarak antara wajah keduanya tidak lebih dari 10cm.

“siapa yang telah menghamilimu? Siapa appa dari kandunganmu sekarang ? “ ucap sehun mengeluarkan air mata yang sedari tadi ditahannya.

Yoona menyeka air mata sehun dengan kedua tangannya.

“tolong jawab aku. Siapa pria yang telah menghamilimu ?”

Yoona menggeleng dan mulai menjauhkan wajahnya dari sehun dan berbalik membelakangi sehun.

“aku tidak bisa mengatakannya kepadamu. Aku tidak sanggup mengatakan semuanya kepadamu.” Yoona pun menangis dan membenamkan wajahnya di kedua kakinya yang rapat.

Sehun terbangun dari tempat duduknya dan duduk tepat di hadapan yoona.

Sehun mengangkat wajah yoona agar yoona bisa melihat wajahnya.

“katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi ?”

Namun yoona hanya menggeleng dan menangis tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“apakah kau tidak menganggapku sebagai kekasihmu lagi ? apakah aku tidak ada artinya lagi bagimu ?”

“bukan. Bukan itu masalahnya. Aku hanya tidak bisa…”

“katakan padaku yang sebenarnya terjadi . bagaimana mungkin aku kekasihmu sendiri tidak mengetahui masalah yang dihadapi yoeja ku sendiri . tolong katakana padaku”

 ~~~~~~~~~~~~

“tidak mungkin tidak mungkin ini bisa terjadi. Mana mungkin bisa presdir melakukan itu kepadamu yoona. Presdir adalah appamu. Apa kau bercanda sekarang ?”

“benar dugaanku bukan . kau tidak mempercayai perkataanku oppa. Kau telah dibutakan oleh appa. Sekarang benar-benar tidak ada lagi yang bisa mempercayaiku. Tidak ada yang bisa menenangkanku.” Yoona pun berlari keluar dari apartment sehun dengan wajah yang penuh dengan air mata.

~~~~~~~~~~~~

TBC~~~~~

Tunggu chapter selanjutnya chingu. Selesai membaca tinggalkan like/comment okeyy.

Semakin banyak comment semakin cepat chapter selanjutnya nae update.

chapter selanjutnya adalah ending jadi aku sengaja protect endingnya supaya mengurangi silent readers . jadi kalau mau password chapter endingnya silahkan memberikan like ataupun comment.

chapter 4 diprotect silahkan berkomentar jika ingin mendapatkan password .
stop menjadi silent readers!!

Advertisements

27 thoughts on “Dad, i’m your daughter [chapter 3]

  1. Hah..cuma bs ngambil nafas n ngembusinyaa kuat2,,gag bs ngomong apa2 lgi..kasian yoona gag ad yg percaya,, semua org d butakan dg sikap seunghyun yg baik d luar tp tdk pd yoona..
    Next chapter next..

    Like

Give me your feedback ♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s