Slut With Angel Wings [chapter 2]


slut-wings
previous story : chapter 1
next story : chapter 3

Tittle : Slut With Angel Wings [chapter 2] || Maincast : Yoona || Genre : Bromance, Life || Length : chapter || Rating : (?)

Di sebuah kedai minum kecil di pinggir jalan yoona memesan sebotol soju dan sebotol minuman soda.

“Minuman soda ? noona kau tidak bisa minum alcohol ?” ucap kai memandangi yoona

Mendengar perkataan kai yoona tertawa kecil dan memegang hidung kai dengan jari telunjuknya dan berkata “ kau yang tidak bisa minum alcohol. Kau ini masih sekolah kamu tidak pantas untuk minum minuman seperti itu . jika kau telah besar barulah kau bisa mengajak ku untuk minum soju sepuasnya”

“ ya noona pikir aku ini masih anak kecil , umurku sudah 17 tahun ini , aku ini sudah besar. Aku juga sudah biasa minum soju bersama teman-teman ku saat kami sedang berpesta ataupun bersenang-senang.

“Baiklah , jadi apa sebenarnya masalahmu ? kau bisa menceritakannya padaku sekarang”

“ aku benci dengan hidup yang aku jalani sekarang. Memang aku punya segalnya, apa yang aku inginkan bisa aku dapatkan hanya dengan membelinya dengan uang .

Tapi aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuaku. Kau tau noona jika aku menginginkan sesuatu aku tidak perlu repot-repot tinggal aku tunjuk apa yang aku inginkan dan seketika sesuatu itu akan datang padaku. Tapi tidak dengan orangtuaku.

Aku rindu mereka yang dulu, mereka yang selalu menanyakan keadaan ku jika aku sedang menangis, mereka yang selalu member aku support ketika aku sedang down dan mereka yang selalu menyambut aku saat aku pulang dari sekolahku. Namun sekarang jangankan untuk mendapatkan semua itu , aku bisa melihat batang hidung mereka saja rasanya sudah sangat cukup buatku. Dan sekarang ketika malam tiba dan ketika saatnya aku tertidur mereka pulang dari surga mereka dan pulang ke rumah hanya untuk membuat keributan saja, setiap malamnya mereka hanya bertengkar bertengkar dan bertengkar.

Aku benci dengan semua ini, aku muak dengan 2 monster yang mengerikan itu. “

Setelah meneguk segelas soju yang sedari tadi diberikan oleh pemilik kedai yoona tersenyum kecil. “ apakah masalahmu hanya sekecil itu ? “

“noona kata ini masalah kecil ? noona tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan . jadi noona tidak tau bagaimana rasanya jadi aku.”

“itu bukanlah masalah besar. Apakah kau ini wanita cengeng yang harus selalu menangis ? apakah kau ini bayi kecil yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa dipegang oleh orang tuamu ? apakah kau seorang raja yang harus diberi sapaan oleh rakyat-rakyatmu dimanapun kau berada ? dan apakah duniamu hanya sekecil rumah mewahmu ? “

Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh yoona membuat kai tidak bisa berkata apapun.

“bukankah katamu kau memiliki banyak uang ? apakah kau tidak bisa menggunakan uang mu untuk hal-hal yang bisa membuatmu melupakan masalah yang ada dirumahmu ? heiii ayo bangun. Kau bisa mulai menata hidupmu menjadi yang lebih baik lagi. Kau bisa mandiri. Hidupmu tidak bisa berhenti Cuma karna masalah sepele seperti ini. Ayolah ingat masih ada orang-orang yang ada di sekitarmu yang menganggap hidupmu jauh lebih beruntung dibandingkan mereka . percaya padaku kau bisa .

Setelah mendengar perkataan yoona kai pun sadar selama ini dia hanya asik dengan drama yang membuat dia terperangkap. Dari saat itu kai mulai berubah dan kembali menjadi anak muda pada umumnya. Bersenang-senang bersama teman, mencari aktifitas di luar rumah dan lain sebagainya.

Ring.. ringgg .. ring

Hp yoona berbunyi yang menandakan ada sebuah panggilan yang masuk ke hpnya.

Saat yoona melihat hp nya private number muncul di layar hp nya.

“yeoboseyo “ terdengar suara berat dari hp yoona

“ siapa ini ? “ jawab yoona tanpa berbasa- basi

“berapa yang kau mau ? aku akan berikan berapapun yang kau mau jika kau juga mau melakukan semua perintahku.” Jawab pria bersuara berat itu dengan santai

“silahkan kau cari wanita lain yang sedang membutuhkan semua uang mu .” dengan kasar yoona menutup hp nya dan melemparkannya ke sudut tempat tidurnya.

Ringgg.. ringgg.. ringgg

Hp yoona berbunyi untuk kedua kalinya dan yang ditampilkan di layar hp nya adalah private number. Namun yoona mengabaikan .

Karena tak kunjung diangkat oleh yoona panggilan itu pun mati.

Ring.. ring..ringgg

Hp yoona berbunyi kembali dan yang ditampilkan sama yaitu private number namun sekali ini yoona tidak hanya mengabaikannya tetapi langsung mereject panggilan tersebut.

Beberapa menit kemudian sebuah pesan masuk ke hp yoona lalu yoona membuka dan membacanya.

“jika nyawa dongsaeng kesayanganmu menjadi taruhannya apakah kau tetap akan menolak ?”

Yoona pun tersadar kalau taeyong sedari tadi belum ada mengabarinya. Biasanya jika taeyong pulang telat pasti dia akan memberikan kabar kepada yoona.

Ring… dengan sangat cepat yoona langsung menjawab telfon itu .

“dimana taeyong-ku kau apakan taeyong- ku, jangan sedikitpun pun tanganmu menyentuhnya.” Jawab yoona dengan kasar

“semakin kau kasar seperti ini semakin aku menginginkanmu melakukan semua ini. Taeyongmu akan aman jika kau mau melakukan apapun yang aku minta” jawab pria itu sedikit tertawa

“apa yang kau mau dariku ? “

“temui aku di café dekat perempatan jalan rumahmu.”

Yoona langsung menutup telfonnya dan langsung berlari keluar rumahnya untuk menemui pria misterius itu.

Betapa terkejutnya yoona saat dia melihat taeyong dongsaeng kesayangannya itu sedang berbincang-bincang dengan seorang pria berbadan kekar yang memakai setelan jas Alexander amosu yang harganya tidak ternilai.

Dengan cepat yoona masuk ke dalam café itu dan langsung memeluk erat dongsaeng kesayangannya itu.

“apa kau baik-baik saja taeyong-ah?” Tanya yoona khawatir

“noona apa yang kau lakukan . aku baik-baik saja . tetapi tadi saat aku hendak pulang ke rumah aku bertemu sekelompok berandalan di jalan mereka hampir saja ingin membunuhku, untung saja ada pacar noona yang menyelamatkan aku. Tapi aku sangat marah padamu noona kenapa kau tidak pernah menceritakan kepadaku kalau kau punya pacar yang sangat baik . apa kau tidak menganggap ku lagi ?”

“ hah pacar ?” jawab yoona kebingungan

“iya pacar noona seung hyun hyung . aku sangat menyukai pacar noona, dia rela punggungnya tertusuk pisau berandal itu demi menyelamatkan ku. Aku sangat merestui jika kau bisa sampai menikah dengan seung hyun hyung.”

Mendengar perkataan dongsaengnya itu yoona semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“chagiya, apa kau belum memperkenalkan aku kepada dongsaengmu ? kenapa waktu dia melihatku tadi dia tidak mengenalku. “ kata seung hyun memecah kebingungan yang ada di kepala yoona.

“Tapi itu tidak penting sekarang, yang penting sekarang aku sedang terluka apa kau tidak ada niat untuk mengobatiku ? “ lanjut seung hyun memegang tangan yoona.

“ hyung ayo kita ke rumah kami , noona akan mengobati lukamu hyung.”

“apa yang kau katakana taeyong-ah , kenapa kau mengundang orang asing masuk ke rumah kita” ucap yoona

“ sekarang seung hyun hyung bukan lagi orang asing buat kita noona dia telah menjadi bagian dari keluarga kita sekarang. Lagian hyung kan kekasihmu kenapa kau katakana dia orang asing”

“apa kita hanya akan berdebat disini dan membiarkan lukaku semakin parah ? “ ucap seung hyun memotong pertengkaran antar kedua saudara itu.

“ mianhae hyung, ayo kita ke rumah kami”

TBC~

Mian kalau part 1 sama part 2 nya kurang nyambung gitu soalnya belum dapet feel banget . mianhae mianhae. Kalau kalian mau ff yang ini lanjut lagi dicoment ya . kalau gak dicoment berarti gak suka dan gak suka artinya ff ini harus berakhir sampai sini 😥

Jangan close sebelum meninggalkan jejak chingu 🙂

Advertisements

35 thoughts on “Slut With Angel Wings [chapter 2]

Give me your feedback ♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s